google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham | INTP | SMGR | 1 Agustus 2017 Langsung ke konten utama

Analisa Saham | INTP | SMGR | 1 Agustus 2017

•  INTP and SMGR reported their 2Q17 results. Both companies missed ours and consensus' earning forecasts, coming in at 30-31% of FY17E estimates, mainly due to fuel & power cost spike that we presume is related to coal. Their top-lines performed relatively better, in-line at ~45% of FY17E estimates, bearing in mind that the pull-forward effect of Lebaran is now fully captured in 2Q instead of 3Q; we did expect for 2H17 to be the stronger half in the absence of Lebaran as well as the govt's backloaded infra spending.
•  SMGR headline is optically better, but underlying cement sales of both companies similar at -16-17% YoY for the quarter.  Although INTP and SMGR's headline revenue growth of -17%  and -2% YoY are starkly contrasting, their underlying cement sales performance is actually similar. SMGR's cement sales also dropped 16% YoY, but the rest of the growth was made up by: (1) bringing in additional revenue from a cement distributor subsidiary into the consolidated financials; and (2) a chunky YoY tripling of precast cement revenue.
•  INTP 2Q17: revenue -17% YoY, -6% QoQ; EBITDA -46% YoY, -22% QoQ, NPAT -72% YoY, -17% QoQ
•  SMGR 2Q17: revenue -2% YoY, -1% QoQ; EBITDA -31% YoY, -2% QoQ, NPAT -63% YoY, -30% QoQ

Impact
•  Weak revenue momentum mostly due to ASP, not Lebaran volumes. This year's Lebaran shift into 2Q, instead of 3Q in previous years, makes this result season rather ambiguous. However, we observed that the volumes this quarter is only down by 5% and 7% YoY for INTP and SMGR, respectively, which is relatively acceptable given the seasonality shift. On the other hand, their ASPs have respectively declined by 12% and 9% YoY in 2Q17.
•  QoQ trends indicate stabilizing/improving top line momentum. Despite the seasonally weak Lebaran period, the 2Q performed relatively well as revenue was only down by mid single digits. We expect the better demand environment in 2H17, which should further decelerate the ASP downturns.
•  Coal price damaging margins and earnings. INTP and SMGR's gross margins slumped by 6ppt and 10ppt, respectively, on the back of rising fuel and power costs. Cash cost increased by 8% and 13% YoY on a per-tonne basis, respectively as both saw a soaring in fuel cost of mid to high teens per tonne.
•  SMGR additional revenues from subsidiary and precast helping overall performance. Management has conveyed that the company has added an additional revenue element from one of its cement distributor subsidiaries in 1H17, which was absent in 2016. Furthermore, we noticed that the ready-mix-concrete or precast sales tripled on a YoY basis, contributing 6% of total revenue in 1H17 vs 2% last year.

Action and recommendation
•  We maintain overweight on the sector as it seems that these earnings misses have been priced in by most investors. Our preferred play is INTP for an incrementally more conducive supply-demand environment in 2H17 as more plants come online in ex-Java.

Stocks mentioned:
Indocement (INTP IJ, Rp17,650, Outperform, TP: Rp18,800)
Semen Indonesia (SMGR IJ, Rp10,050, Neutral, TP: Rp9,700)

Analyst(s)
PT Macquarie Sekuritas Indonesia
Nathania Nurhalim

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...

BBNI | BNI PALEMBANG KEJAR TARGET PERTUMBUHAN NASABAH 12 PERSEN

IQPlus, (09/09) - Bank BNI Wilayah Palembang yang membawahi lima provinsi di Sumatera bagian selatan mengejar pertumbuhan nasabah hingga 12 persen pada 2019 untuk menggenjot kenaikan pendapatan dari dana pihak ketiga (DPK). Pemimpin BNI Wilayah Palembang Dodi Widjajanto di Palembang, Senin, mengatakan saat ini jumlah nasabah sudah mencapai 2 juta, namun masih memiliki potensi untuk bertambah selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap industri perbankan. Dengan luasnya sebaran wilayah kerja yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung kami optimis target ini dapat tercapai,. kata Dodi. Dodi mengatakan dari jutaan nasabah itu, 10 persennya merupakan nasabah dari segmen usia milenial. Oleh karena itu, perusahaan berupaya meningkatkan jumlah nasabah dari kalangan tersebut. Salah satunya, kata dia, pihaknya gencar melakukan edukasi keuangan kepada generasi milenial atau mereka yang berusia produktif. Misalnya kami telah meluncurkan produk...

INVESTASI SAHAM MENURUT PARA AHLI

Investasi saham adalah aktifitas menarik baik untuk mempersiapkan masa depan maupun juga untuk sebagai aktifitas harian. Para ahli telah menerangkan makna investasi secara umum dan investasi saham secara khusus.  Pengertian Investasi Menurut Para Ahli Haming dan Basalamah Menurut Haming dan Basalamah, Investasi adalah pengeluaran saat sekarang untuk membeli aktiva real seperti tanah, rumah, mobil, dan lain-lain atau juga aktiva keuangan memiliki tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi di masa yang mendatang, selanjutnya dikatakan investasi adalah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber atau dana yang digunakan untuk mengadakan barang modal pada saat sekarang dan dengan barang modal tersebut akan dihasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang. Mulyadi Menurut Mulyadi, Investasi adalah pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk mendapatkan hasil laba di masa yang akan datang. Sadono Sukirno Menurut ...