google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham WSKT | 5 Maret 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham WSKT | 5 Maret 2018

Analisa Saham WSKT

WSKT: Cash Flow Improvement

WSKT mencatatkan laba sebesar Rp3,9 triliun, naik 126,6% YoY, diatas estimasi (PANS: 124,9%; Cons: 118,9%), namun kontrak baru tercatat turun sebesar Rp55,8 triliun, turun 20,2% YoY, disebabkan oleh mundurnya penandatanganan beberapa proyek seperti: Pasuruan – Probolinggo – Banyuwangi. WSKT mencatat arus kas operasi yang membaik tercatat sebesar –Rp5,9 triliun di 2017 (2016: Rp-8,3 triliun) didorong oleh membaiknya receivable days perusahaan di 2017, yang sebesar 317 hari (2016: 347 hari), kami mengestimasikan bahwa arus kas operasi perusahaan akan membaik di 2017, dengan penerimaan untuk proyek turnkey berkisar Rp20-30 triliun, didorong oleh rencana divestasi jalan tol, pembayaran LRT Palembang serta beberapa tol Trans Java. Sementara dari komposisi hutang, Interest bearing liabilities (IBL) perusahaan mencapai Rp44,9 triliun di 2017 (2016: Rp25 triliun) mengakibatkan gearing naik ke 1,7x (2016: 0,9x) sehingga beban bunga naik ke Rp1,9 triliun, naik 96,7% YoY, IBL perusahaan diperkirakan akan mencapai Rp57 triliun di 2018, didorong oleh capex sebesar Rp26 triliun di 2018. Kami masih merekomendasikan BUY, dan merevisi naik target harga ke Rp3.300, dengan menaikan premium relative to peers ke 5,1% (prev: discount 4,4%), didorong oleh positifnya rilis laporan keuangan serta estimasi membaiknya arus kas operasi perusahaan di 2018. Saat ini WSKT diperdagangkan pada PE sebesar 10,5x di 2018, 6% discount dibandingkan peers. Resiko turun untuk rekomendasi adalah buruknya valuasi divestasi tol dan terlambatnya revenue recognition untuk proyek turnkey.

Laba bersih dibawah estimasi. WSKT mencatatkan pendapatan sebesar Rp45,2 triliun, naik +90,1% YoY, diatas estimasi (PANS: 112.1%; Cons: 108,8%), pertumbuhan pendapatan, didorong oleh, jasa kontruksi yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp42,3 triliun, naik 89,3% YoY, serta precast yang membukukan pendapatan sebesar Rp2,2 triliun, naik 93,6% YoY, sementara operating profit tercatat sebesar Rp5.9 triliun, naik 107,5% YoY, membawa laba bersih diatas estimasi, didorong oleh membaiknya marjin, dimana gross margin naik ke 20,9% (2016: 16,7%), didorong dari tingginya porsi dari turnkey project serta meningkatnya porsi dari Waskita Beton Precast (WSBP), selain itu WSKT juga mencatatkan pendapatan atas bunga pinjaman (one-off item) sebesar Rp327 miliar (2016: - ). Laba tercatat sebesar Rp3,9 triliun, naik 126,6% YoY, diatas estimasi (PANS: 124,9%; Cons: 118,9%).

Kontrak baru tercatat turun. Kontrak baru tercatat sebesar Rp55,8 triliun di 2017, turun 20,2% YoY, disebabkan oleh turunnya pencapaian dari business development, yaitu proyek pemerintah yang diberikan melalui peraturan pemerintah, seperti jalan tol, tercatat hanya sebesar Rp28,7 triliun, turun 54,2% YoY, didorong oleh mundurnya penandatangan proyek seperti Pasuruan – Probolinggo – Banyuwangi, Jakarta – Cikampek II dan Tebing Tinggi – Kuala Tanjung  - Parapat, dengan panjang ~400km, namun order book tercatat masih kuat sebesar Rp138 triliun, 3.05x dari pendapatan perusahaan. Di 2018, WSKT menargetkan kontrak baru sebesar Rp70 triliun, dimana Rp41,7 triliun akan disumbangkan dari jalan tol.

Membaiknya arus kas operasi. Membaiknya arus kas operasi, didorong oleh laba yang mencapai Rp3,9 triliun, dimana arus kas operasi tercatat sebesar -Rp5,9 triliun di 2017 (2016: Rp-8,3 triliun), peningkatan arus kas didorong oleh membaiknya receivable days perusahaan, tercatat sebesar 317 hari (2016: 347 hari). Kami mengestimasikan arus kas operasi akan membaik di 2017, dengan penerimaan arus kas berkisar Rp20-30 triliun, didorong oleh rencana divestasi jalan tol, serta pembayaran LRT Palembang dan beberapa proyek tol Trans Java, yang diperkirakan akan selesai di 2018.

Naiknya komposisi hutang. WSKT mencatat interest bearing liabilities (IBL) sebesar Rp44,9 triliun (2016: Rp25,0 triliun) didorong oleh investasi serta modal kerja untuk jalan tol. Ini mengakibatkan gearing perusahaan naik ke 1,7x (2016: 0,87x) ini mengakibatkan beban bunga perusahaan naik ke Rp1,9 triliun, naik 96,7% YoY. IBL diperkirakan akan naik ke Rp57 triliun di 2018, didorong oleh belanja modal perusahaan yang akan mencapai Rp26 triliun di 2018.

Pertumbuhan diatas rata-rata MSCI Indonesia. Kami mengestimasikan laba mencapai Rp53 triliun di 2018 (Manajemen: Rp55 triliun) tumbuh 15,7% YoY, dengan profit before minority interest sebesar Rp5,1 triliun (Manajemen: Rp5,3 triliun), tumbuh 21,4% YoY, lebih tinggi dibandingkan estimasi pertumbuhan MSCI Indonesia, yang diperkirakan tumbuh 14,6% YoY.

Rekomendasi BUY, menaikan target harga ke Rp3.300. Kami masih merekomendasikan BUY, dan merevisi naik target harga ke Rp3.300, dengan menaikan premium relative to peers ke 5,1% (prev: discount 4,4%), didorong oleh positifnya rilis laporan keuangan serta estimasi membaiknya arus kas operasi perusahaan di 2018. Saat ini WSKT diperdagangkan pada PE sebesar 10,5x, 6% discount dibandingkan peers. Resiko turun untuk rekomendasi adalah buruknya valuasi divestasi tol dan terlambatnya revenue recognition untuk proyek turnkey.

Best Regards,
Panin Sekuritas

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) Dapatkan Rating Negatif

MOODYS UBAH PROSPEK SPINDO DARI STABIL MENJADI NEGATIF. IQPlus, (23/08) - Moodys Investor Service merubah prospek PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) menjadi negatif dari stabil dimana pada saat yang sama menegaskan peringkat B2 corporate family rating perseroan. "Perubahan prospek menjadi negatif mencerminkan espektasi Moodys dimana gross margin Spindo masih mendapatkan tekanan karena volatilitas harga baja dalam 12-18 bulan ke depan yang menghasilkan peningkatan leverage dan cakupan bunga yang lemah," ujar Brian Grieser, vice president Moodys. Karena baja menyumbang hingga 95% dari harga pokok penjualan, Spindo terkena fluktuasi harga baja global dan domestik. Meski perusahaan menggunakan model biaya plus harga, Spindo tidak sepenuhnya meneruskan peningkatan harga baja kepada pelanggannya secara tepat waktu. Akibatnya margin kotor Spinti turun menjadi 15% dalam 12 bulan di Juni 2018 dari 18% di 2017 dan 25% di 2016. "Selain itu tingkat utang Spindo meningkat ka...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...