google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo PT Buyung Poetra Sembada Tbk. (HOKI) Perkuat Penjualan Beras Langsung ke konten utama

PT Buyung Poetra Sembada Tbk. (HOKI) Perkuat Penjualan Beras


Bisnis.com, JAKARTA--PT Buyung Poetra Sembada Tbk. (HOKI) memperkuat penjualan beras di peritel modern, Alfamart. Sebelumnya, perseroan telah memasok beras ke Indomaret.

Investor Relations Buyung Poetra Sembada F. Dion Surijata mengatakan, Alfamart meminta perseroan untuk memproduksi beras dengan kemasan Alfamart. Sebelumnya, HOKI pun telah melakukan kerja sama dengan Indomaret.

"Kami belum memasar beras di Alfamart, masih proses perizinan. Semoga sebulan atau dua bulan ke depan bisa dipasarkan," ungkapnya saat dihubungi Bisnis.com, Jumat (3/8/2018).

Dion mengatakan, untuk tahap awal, beras HOKI dengan merek Alfamart akan dipasarkan di Pulau Sumatra. Untuk tahap awal, beras tersebut akan diproduksi sesuai dengan permintaan dan kondisi penjualan beras di Alfamart.

"Untuk angka produksi dengan merek Alfamart belum ada angka pasti. Setelah izin promosi diperoleh, akan dilanjutkan dengan detail kontrak. Semoga sebelum akhir tahun bisa didistribusikan," tuturnya.

Total penjualan HOKI pada semester I/2018 mencapai Rp764,46 miliar, naik 9,11% dari posisi Rp700,62 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. HOKI pun memiliki pelanggan yang nilai penjualan melebihi 10% yakni PT Indomarco Primatama (Indomaret).

Adapun nilai penjualan kepada Indomaret hingga Juni 2018 mencapai Rp187,55 miliar, atau 24,5% dari total penjualan beras HOKI. Penjualan beras di Indomaret pada kuartal II/2018 naik Rp7,58 miliar dari kuartal I/2018.

Beban pokok penjualan hingga Juni 2018 mencapai Rp655,11 miliar, naik 10,38% year on year dari posisi Rp593,52 miliar. Dengan demikian, laba kotor HOKI pada paruh pertama tahun ini mencapai Rp109,32 miliar, naik tipis 2,07% yoy dari posisi Rp107,1 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada paruh pertama tahun ini, HOKI berhasil menekan beban penjualan menjadi Rp16,08 miliar, dari posisi Rp20,59 miliar. Selain itu, beban bunga yang dicatatkan oleh HOKI per Juni 2018 turun hingga Rp1,5 miliar menjadi Rp5,53 miliar.

Total laba bersih yang dibukukan pada semester I/2018 mencapai Rp50,48 miliar, naik 11,63% dari posisi Rp45,22 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Hingga Juni 2018, total gerai Alfamart mencapai 13.522 gerai, atau bertambah 45 gerai dari akhir 2017. Lebih rinci, komposisi gerai Alfamart terdiri dari milik Alfamart sebanyak 10.025 gerai dan waralaba sebanyak 3.497 gerai.

Sekretaris Perusahaan Buyung Poetra Sembada Victor R. Lanes mengatakan, perseroan menerima surat keterangan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan, Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Pertanian dalam surat No. 1396/-1.823.13 tanggal 31 Juli 2018.

"Terkait rencana perseroan untuk menyalurkan beras produksi perseroan dengan nama dagang Alfamart Rice Beras Super Slyp 5 kg," tulisnya dalam keterangan resmi, Jumat (3/8/2018).

Victor mengharapkan, produk baru ini bisa meningkatkan penjualan HOKI pada masa mendatang. Dia pun belum bisa memperkirakan dampak perubahan ini terhadap kinerja perseroan yang akan datang karena masih harus melalui fase produksi dan upaya distribusi lebih lanjut.

Saat ini, HOKI tengah melakukan pembangunan pabrik beras di Sumatra Selatan. Manajemen HOKI memproyeksikan, bila pabrik beras di Sumatra Selatan rampung, maka perseroan akan mudah, cepat dan hemat biaya logistik dalam mendistribusikan beras ke Pulau Sumatra. Selain itu, keberadaan pabrik perseroan di Sumatra akan menambah pangsa pasar.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...