google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham RALS | 7 November 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham RALS | 7 November 2018

Transformation Leads to Solid Operating Performance
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS)

Shinhan Sekuritas Indonesia
Billy Ibrahim


Background. PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) has been established since 1978 as a department store which offers a full range of clothing, shoes, bags, accessories, special buy, toys & stationery, housewares, and supermarket. RALS is the market leader, especially in middle-low retail segment and operates 118 stores in 54 major cities. Currently, RALS is going through a major transformation by introducing “Ramayana Prime” outlet to attract Indonesia massive young population and large middle class with rising levels of disposable income.

Supermarket business swings back to positive. RALS has closed down 18 loss making Supermarket outlet since last year. As a result, Supermarket net sales decline by -16.6% YoY in 9M18. Nevertheless, Supermarket operating profit managed to swing back to positive at IDR 43.4Bn in 9M18. Previously, Supermarket recorded operating loss of IDR 37.2Bn in FY17 and weighed down overall operating margin to 6.7%. The loss was attributable to increased competition from mini markets such as Indomaret and Alfamart. The company will be focusing on Fashion and Accessories business as it provides more sustainable growth that grew by 11.6% YoY to IDR 3.3Tn or contributed 72.9% of total net sales in 9M18.

Consignment sales contribution to total gross sales gradually increased. The contribution of consignment sales reached 44.9% in 3Q18, compared to 38.2% in FY16. More consignment means reducing operational costs, as the direct purchase come along with full operational costs, including payroll, capital costs, carrying, and the damage goods among others. The growth of consignment by 11.7% YoY also offset the declining direct purchase of 0.6% YoY in 9M18. This is in line with the company’s strategy to utilize additional retailing space, after the closure of several Supermarket outlets, by re-assigning the space to potentially more profitable divisions.

Major transformation through Ramayana Prime. RALS have been known for its retail philosophy as “cheap but good” which appeal to the middle-low segment. The company intended to change the philosophy to “lifestyle experience” by introducing Ramayana Prime store, which the first one is located in City Plaza Jatinegara, East Jakarta. Ramayana Prime offered various shopping experience by lease its retail space to well-known tenants, such as Starbucks, Ace Hardware, KFC, and Cinema XXI to increase the customer traffic of its department store.

Valuation. RALS solid 9M18 earnings performance is in line with our expectation, as net sales grew by 2.2% YoY and represents 74.6% of our full-year estimates. Operating and net profit also recorded robust growth by 56.3% YoY and 43.4% YoY, respectively. Going forward, we believe RALS will continue to reap the benefits from the closed down of unprofitable Supermarket and encouraging consignment sales growth performance. Therefore, we overweight on RALS with TP of IDR 1,425 derived from blended DCF method and implying 15x 2019F P/E.


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...

BBNI | BNI PALEMBANG KEJAR TARGET PERTUMBUHAN NASABAH 12 PERSEN

IQPlus, (09/09) - Bank BNI Wilayah Palembang yang membawahi lima provinsi di Sumatera bagian selatan mengejar pertumbuhan nasabah hingga 12 persen pada 2019 untuk menggenjot kenaikan pendapatan dari dana pihak ketiga (DPK). Pemimpin BNI Wilayah Palembang Dodi Widjajanto di Palembang, Senin, mengatakan saat ini jumlah nasabah sudah mencapai 2 juta, namun masih memiliki potensi untuk bertambah selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap industri perbankan. Dengan luasnya sebaran wilayah kerja yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung kami optimis target ini dapat tercapai,. kata Dodi. Dodi mengatakan dari jutaan nasabah itu, 10 persennya merupakan nasabah dari segmen usia milenial. Oleh karena itu, perusahaan berupaya meningkatkan jumlah nasabah dari kalangan tersebut. Salah satunya, kata dia, pihaknya gencar melakukan edukasi keuangan kepada generasi milenial atau mereka yang berusia produktif. Misalnya kami telah meluncurkan produk...

INVESTASI SAHAM MENURUT PARA AHLI

Investasi saham adalah aktifitas menarik baik untuk mempersiapkan masa depan maupun juga untuk sebagai aktifitas harian. Para ahli telah menerangkan makna investasi secara umum dan investasi saham secara khusus.  Pengertian Investasi Menurut Para Ahli Haming dan Basalamah Menurut Haming dan Basalamah, Investasi adalah pengeluaran saat sekarang untuk membeli aktiva real seperti tanah, rumah, mobil, dan lain-lain atau juga aktiva keuangan memiliki tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi di masa yang mendatang, selanjutnya dikatakan investasi adalah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber atau dana yang digunakan untuk mengadakan barang modal pada saat sekarang dan dengan barang modal tersebut akan dihasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang. Mulyadi Menurut Mulyadi, Investasi adalah pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk mendapatkan hasil laba di masa yang akan datang. Sadono Sukirno Menurut ...