google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham GIAA | 9 Januari 2019 Langsung ke konten utama

Analisa Saham GIAA | 9 Januari 2019

7 Januari 2019

Recently, shares of Garuda Indonesia (GIAA) surged more than 30% following its
public expose (most recent closing price: IDR312). We attribute the price jump to 1)
fundamentals-backed operational improvements, 2) business strategies that
should continue to back up operational results, and 3) the likelihood of joint
operation of GIAA and Air Asia Indonesia (CMPP).

Results have improved since November, encouraging investors

As we expected, some passengers shifted to Garuda Group, as well as Sriwijaya
Group, right after the Lion Air crash. Moreover, since the joint operation of GIAA
and Sriwijaya Group, fare increases have been possible for GIAA, Citilink (QG),
Sriwijaya Air (SJ), and NAM Air, given their enlarged market shares. Although
average tariff has gone up, we are witnessing solid passenger growth due to the
shift in passengers in the wake of the incident. We expect prices to rise further, and
we expect the market to digest such increases, given GIAA’s dominant market
share (including Sriwijaya Group).

Investors should also be encouraged by Garuda’s ongoing and upcoming
strategies, such as its move into the cargo business and partnerships with other
firms, which should boost passenger count and load factor. The strategies set to
kick off early this year include, among others, 1) free wi-fi, 2) a new in-flight
experience, and 3) complimentary services for platinum card holders. We believe
GIAA’s management is focused on leveraging current resources and improving
efficiencies rather than pushing beyond its abilities; we think this is reasonable in
the current circumstances.

Joint operation issue too early to be priced in, but positive if realized

The management teams of GIAA and CMPP both recently said they would like to
engage in the kind of joint operation that Garuda and Sriwijaya are currently doing.
We believe such a possibility is somewhat priced into recent share movements,
though it seems premature at this point (the two sides have barely begun talks,
and there are no details/studies). However, if such joint operation materializes, it
should benefit GIAA in terms yield (or price), allowing it to strengthen priceadjusting power domestically as well as internationally. For reference, GIAA and
CMPP control more than 50% of the Indonesian outbound travel market. Air Asia
Indonesia’s share price also surged 24.5% on January 3rd, which could be partly
due to the joint operation issue, but likely has more to do with its conditional
perpetual capital security purchase agreement, which could help it pay down debt.

Maintain Trading Buy recommendation and raise TP

We maintain our Trading Buy recommendation on GIAA and raise our target price
to IDR352, reflecting higher average prices, the growing number of passengers,
larger non-core revenues, and the recent fall in fuel prices. Our target price implies
a target P/B of 0.7x our 12-month rolling forward BPS estimate. The key risks to our
call are 1) increasing fuel prices, 2) tightening competition, and 3) natural disasterrelated safety concerns.


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) Dapatkan Rating Negatif

MOODYS UBAH PROSPEK SPINDO DARI STABIL MENJADI NEGATIF. IQPlus, (23/08) - Moodys Investor Service merubah prospek PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) menjadi negatif dari stabil dimana pada saat yang sama menegaskan peringkat B2 corporate family rating perseroan. "Perubahan prospek menjadi negatif mencerminkan espektasi Moodys dimana gross margin Spindo masih mendapatkan tekanan karena volatilitas harga baja dalam 12-18 bulan ke depan yang menghasilkan peningkatan leverage dan cakupan bunga yang lemah," ujar Brian Grieser, vice president Moodys. Karena baja menyumbang hingga 95% dari harga pokok penjualan, Spindo terkena fluktuasi harga baja global dan domestik. Meski perusahaan menggunakan model biaya plus harga, Spindo tidak sepenuhnya meneruskan peningkatan harga baja kepada pelanggannya secara tepat waktu. Akibatnya margin kotor Spinti turun menjadi 15% dalam 12 bulan di Juni 2018 dari 18% di 2017 dan 25% di 2016. "Selain itu tingkat utang Spindo meningkat ka...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...