BBTN | BTN CARI PERUSAHAAN CANGKANG MODAL VENTURA UNTUK SUNTIK LINKAJA

Sponsored Links:

IQPlus, (04/09) - PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BTN) menyatakan perusahaan modal ventura yang akan diakuisisi, yakni PT Sarana Papua Ventura, akan dijadikan perusahaan cangkang bagi perseroan untuk menyuntik modal kepada PT Fintek Karya Nusantara, entitas BUMN pengelola sistem pembayaran LinkAja.

Direktur Finansial dan Treasuri BTN Nixon Napitupulu di Jakarta, Selasa, mengatakan Sarana Papua Ventura (SPV) saat ini memang non-aktif. Maka itu pula modal ventura itu tepat dijadikan "kendaraan" agar BTN dapat memilki saham di perusahaan sistem pembayaran.

Selain itu dari segi efisiensi, BTN hanya menginvestasikan tidak lebih dari Rp10 miliar untuk mengambil alih Sarana Papua yang ditargetkan terealisasi sebelum Oktober 2019.

"Sarana Papua Ventura memang inaktiva, seperti membeli perusahaan cangkang sebagai kendaraan (vehicle) untuk masuk ke Finarya dan urusan transaksi 'fintech' (finansial berbasis teknologi) kami nantinya juga akan kami pakai mereka," ujar Nixon.

Nixon menjelaskan pembelian Sarana Papua tidak akan melebihi Rp10 miliar karena nilai asetnya memang berada di harga tersebut. Maka dari itu, total ekuitas Sarana Papua juga berada di bawah Rp10 miliar.

BTN hingga saat ini masih terus bernegosiasi dengan Sarana Papua Ventura untuk mekanisme pembeliannya. Sarana Papua pada nantinya akan menerbitkan saham baru dan BTN akan membeli saham baru tersebut.

Untuk menyuntik LinkAja, BTN ditargetkan dapat menyetorkan modal 6,13 persen dari akumulasi modal yang disetor senilai Rp1,65 triliun. Penyertaan modal oleh BTN pertama kali akan dilakukan pada Oktober, dan Desember 2019.

PT Sarana Papua Ventura (SPV) merupakan anak usaha PT Bahana Artha Ventura, yang merupakan afiliasi anak usaha dari PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia Persero. Pemilihan SPV oleh BTN juga menjadi sinergi BUMN yang diamanatkan oleh Kementerian BUMN.(end)

Komentar