google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Staf Khusus Menkeu, Yustinus Prastowo diangkat menjadi Komisaris Adhi Karya | Saham ADHI Langsung ke konten utama

Staf Khusus Menkeu, Yustinus Prastowo diangkat menjadi Komisaris Adhi Karya | Saham ADHI

Yustinus Prastowo diangkat menjadi Komisaris PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Pria yang baru saja diangkat menjadi Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis tersebut kini harus juga mengawasi korporasi konstruksi.

Ada beberapa proyek besar Adhi Karya yang sedang dikerjakan seperti LRT Jabodebek. Kemarin, Menteri BUMN Erick Thohir merombak jajaran pengurus ADHI. Salah satu dewan komisaris yang baru adalah Yustinus Prastowo. Selama ini Yustinus dikenal sebagai akademisi dan pengamat perpajakan.

Alumnus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara itu mengawali karir sebagai PNS di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan dari 1997 hingga 2010.

Dikutip dari Cita.or.id, kegiatan penelitian yang aktif dilakukan Yustinus saat ini antara lain dengan Australia Indonesia Partnership for Economic Governance (AIPEG).

Dia juga menjadi peneiti, selain itu Yustinus juga aktif sebagai dosen di Universitas Kristen Indonesia, Universitas Tarumanagara, Universitas Trilogi/STEKPI, Universitas Atma Jaya Jakarta, dan Politeknik Negeri Keuangan DIV STAN.

Selain itu, ia juga mengajar di pendidikan kurator yang diselenggarakan Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) dan Kementerian Hukum dan HAM sejak 2008.

Yustinus akan mengawasi kerja Direksi baru ADHI. Apalagi kinerja ADHI sedang tertekan di kuartal I-2020.

Dalam laporan keuangan ADHI pada kuartal I-2020 merih pendapatan Rp 3,07 triliun, naik 31,76% secara tahunan (yoy) dari kuartal I-2019 yang sebesar Rp 2,33 triliun.

Meski pendapatan naik, laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk (laba bersih) ADHI justru turun 80,72% menjadi Rp 14,56 miliar di kuartal I 2020. Padahal laba bruto ADHI sebenarnya masih naik 30,09% yoy dari Rp 318,05 miliar menjadi Rp 413,76 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan, penurunan laba bersih ADHI tersebut disebabkan turunnya pendapatan lainnya dan bagian laba ventura bersama. Selain itu, beban keuangan juga mengalami kenaikan 26,73% menjadi Rp 186,86 miliar.

Adapun, pendapatan lainnya turun 57,86% yoy dari Rp 20,41 miliar menjadi Rp 8,6 miliar di kuartal I 2020. Sedangkan bagian laba ventura bersama turun dari 69,35% yoy menjadi Rp 24,66 miliar.

Penurunan pada pendapatan lain-lain disebabkan adanya pembebanan biaya dibayar dimuka atas proyek yang telah selesai namun biayanya masih tercatat dalam akun tersebut.

Sementara penurunan laba ventura terjadi karena beberapa proyek kerjasama operasi (KSO) ADHI tidak menyumbang bagian laba. seperti proyek Stadion Manahan Surakarta, Jalur Kereta Api Solo Balapan - Bandara Adi Soemarmo dan Toll JORR II Ruas Kunciran-Serpong.

Total terdapat 13 proyek sudah tidak menyumbangkan laba, dan dua proyek yaitu PLTU Tanjung Selor dan proyek 6 ruas tol dalam kota DKI mencatatkan kerugian.

Sementara itu, pendapatan ADHI mengalami kenaikan didukung oleh pendapatan dari jasa konstruksi yang naik dari Rp 1,81 triliun di kuartal I 2019 menjadi Rp 2,48 triliun di kuartal I 2020. Pelanggan dengan pendapatan usaha melebihi 10% dari total pendapatan ADHI adalah Kementerian Perhubungan yaitu sebesar Rp 438,96 miliar dan PT Hutama Karya sebesar Rp 1,19 triliun.

Di sisi lain, utang ADHI pada kuartal I-2020 tercatat sebesar Rp 30,94 triliun. Terdiri dari utang jangka pendek sebesar Rp 25,68 triliun dan utang jangka panjang Rp 5,25 triliun. Sementara itu ekuitas tercatat sebesar Rp 5,64 triliun.

Sementara itu posisi kas dan setara kas pada akhir periode sebesar Rp 1,17 triliun, turun dari posisi awal Rp 3,25 triliun. Penurunan disebabkan oleh posisi kas operasional yang negatif Rp 1,15 triliun, pengeluaran investasi Rp 152,37 miliar dan pengeluaran untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 773,54 miliar.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...