google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham TOWR | Laba Sarana Menara Tumbuh 32 Persen Langsung ke konten utama

Saham TOWR | Laba Sarana Menara Tumbuh 32 Persen

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja keuangan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. di tengah pandemi tetap kokoh berdiri. Perseroan bahkan membukukan pendapatan mencapai Rp3,68 triliun selama periode tersebut.

Berdasarkan laporan keuangan Sarana Menara Nusantara yang terbit hari ini, Senin (3/8/2020), pencapaian tersebut naik 21,70 persen dibanding pendapatan pada semester I.2020 yang sebesar Rp3,08 triliun.

Seiring dengan itu, beban usaha perseroan juga naik 21,12 persen menjadi Rp1,08 triliun dari yang semula Rp895 miliar. Namun kenaikan tersebut tak menghalangi pencapian laba bersih emiten bersandi TOWR ini.

Sepanjang semester I/2020, TOWR mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada enititas pemilik sebesar Rp1,31 triliun, tumbuh 32,53 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp993 miliar.

Aset perseroan juga tercatat bertambah. Per 30 Juni 2020, total aset TOWR mencapai nilai Rp34,08 triliun, meningkat 23,21 persen dibandingkan total aset per 31 Desember 2019 yang sebesar Rp27,66 triliun.

Adapun aset tersebut terdiri atas aset lancar Rp4,02 triliun (naik 62,81 persen yoy) serta aset tidak lancar Rp30,05 triliun (naik 19,32 persen yoy). Sementara itu, kas setara kas perseroan di akhir periode tercatat sebesar Rp1,36 triliun.

Pada pos liabilitas, kewajiban perseroan juga terpantau bertambah 31,32 persen dari yang semula Rp18,90 triliun menjadi Rp24,82 triliun. Kewajiban tersebut terdiri atas liabilitas jangka pendek Rp8,86 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp15,96 triliun.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...