google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo BNI, TELKOMSEL DAN MCAS GROUP TEKEN PERJANJIAN KERJA SAMA SINERGI PRODUK. Langsung ke konten utama

BNI, TELKOMSEL DAN MCAS GROUP TEKEN PERJANJIAN KERJA SAMA SINERGI PRODUK.



[Saham BBNI] PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI), PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), bersama PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS Group) tandatangani perjanjian kerja sama tiga pihak untuk mensinergikan produk dan layanan digital.

Dalam kerja sama ini, BNI dengan jaringannya yang luas, salah satunya adalah jaringan Agen46 akan mendistribusikan produk dan layanan Telkomsel seperti kartu SIM, voucher fisik, pulsa, paket data, dan deretan produk unggulan Telkomsel lainnya.

Bertempat di Menara BNI Jakarta (27 Juni 2022) acara penandatangan perjanjian kerja sama ini dihadiri oleh Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam, Direktur M Cash Mohammad Anis Yunianto beserta jajaran Direksi dari ketiga perusahaan.

BNI Agen46 merupakan mitra dari BNI untuk menyediakan layanan perbankan kepada masyarakat seperti Layanan Laku Pandai, Layanan Keuangan Digital dan Layanan e-Payment. BNI kini telah memiliki lebih dari 158.000 jaringan BNI Agen46 yang tersebar luas di berbagai wilayah di Indonesia.

Sementara itu, Telkomsel merupakan perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia yang kini telah melayani lebih dari 175 juta pelanggan serta memiliki lebih dari 500.000 jaringan mitra outlet di seluruh Indonesia, akan menawarkan layanan perbankan BNI kepada masyarakat, seperti melakukan pembukaan rekening nasabah, setoran tunai, tarik tunai, dan beragam layanan lainnya.

Melalui kerjasama ini, BNI dan Telkomsel akan semakin tangguh dan terintegrasi dengan dukungan MCAS Group sebagai sebagai penyedia sistem distribusi digital yang memastikan pendistribusian cross-products & services antara BNI dan Telkomsel dapat berjalan dengan lancar, salah satunya adalah penjualan kartu perdana Telkomsel oleh Agen46 BNI.

Selain itu, MCAS Group juga memberdayakan ekosistem digitalnya untuk bersinergi dengan BNI melalui kerjasama sharing biller, layanan drop point logistik melalui Agen46 BNI, utilisasi IP Bumi Langit pada kartu uang elektronik TapCash dan kedepannya membuka aksesibilitas Sistem Ganti Baterai EV Volta yang berkelanjutan.

Royke mengatakan, BNI, Telkomsel dan MCAS Group memiliki tujuan sama dalam transformasi digital dalam proses bisnis termasuk customer on-boarding, in-app customer engagement, modernisasi transaksi dan layanan, hingga pemanfaatan big data. Oleh karena itu, kerjasama kami ini akan terus berjalan untuk memperluas ekosistem digital di Indonesia.

"BNI sebagai bank yang memiliki visi menjadi Lembaga Keuangan yang unggul dalam Layanan dan Kinerja secara berkelanjutan, juga terus melakukan inovasi dan kolaborasi untuk memenuhi kebutuhan Nasabah khususnya dalam transaksi finansial. BNI akan terus melakukan kolaborasi strategis bersama mitra bisnis dalam wujud upaya akselerasi transformasi digital serta pencapaian bisnis bagi BNI dan mitra bisnis."

Hendri mengatakan kolaborasi bersama BNI dan MCAS Group sejalan dengan komitmen Telkomsel sebagai connectivity enabler dalam menghadirkan solusi digital inovatif di berbagai sektor termasuk perbankan yang lebih berdampak pada kemajuan dan penguatan ekosistem digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, Telkomsel akan senantiasa mengoptimalkan seluruh aset ekosistem digital yang dimiliki dalam menghadirkan berbagai solusi digital yang dibutuhkan untuk mengakselerasi transformasi digital BNI. Mulai dari digitalisasi pelayanan pelanggan, akses terintegrasi, hingga pemanfaatan big data akan mampu meningkatkan kapabilitas digital BNI guna menjadi salah satu Bank BUMN yang Go Global.

"Tentunya, tujuan kolaborasi ini juga tak terbatas hanya pada peningkatan ekosistem digital BNI, melainkan juga Telkomsel dan MCAS Group. Kolaborasi ini merupakan langkah awal untuk bergerak bersama menuju kedaulatan digital terutama di sektor perbankan. Kami pun berharap lebih banyak kolaborasi yang terjalin. Kami juga terima kasih kepada BNI terhadap kepercayaan pada solusi digital yang kami miliki," sebutnya.

Anis menyampaikan perseroan bangga dapat turut berkolaborasi dengan kedua perusahaan terkemuka di Indonesia yaitu BNI dan Telkomsel. Sebagai digital enabler, kami selalu memastikan untuk mengiringi setiap inisiasi kerja sama dengan dukungan infrastruktur digital yang massive dan terdepan dari MCAS Group. Perseroan sepenuhnya yakin dapat mendukung transformasi digital dalam proses modernisasi bisnis BNI dan Telkomsel untuk dapat go global. (end)



sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) Dapatkan Rating Negatif

MOODYS UBAH PROSPEK SPINDO DARI STABIL MENJADI NEGATIF. IQPlus, (23/08) - Moodys Investor Service merubah prospek PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) menjadi negatif dari stabil dimana pada saat yang sama menegaskan peringkat B2 corporate family rating perseroan. "Perubahan prospek menjadi negatif mencerminkan espektasi Moodys dimana gross margin Spindo masih mendapatkan tekanan karena volatilitas harga baja dalam 12-18 bulan ke depan yang menghasilkan peningkatan leverage dan cakupan bunga yang lemah," ujar Brian Grieser, vice president Moodys. Karena baja menyumbang hingga 95% dari harga pokok penjualan, Spindo terkena fluktuasi harga baja global dan domestik. Meski perusahaan menggunakan model biaya plus harga, Spindo tidak sepenuhnya meneruskan peningkatan harga baja kepada pelanggannya secara tepat waktu. Akibatnya margin kotor Spinti turun menjadi 15% dalam 12 bulan di Juni 2018 dari 18% di 2017 dan 25% di 2016. "Selain itu tingkat utang Spindo meningkat ka...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...