Langsung ke konten utama

Timothy Utama Tambah Kepemilikan Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI)


Timothy Utama selaku Direktur PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 16 November 2022.

Dalam keterangan tertulisnya Jumat (18/11) Timothy Utama menyampaikan bahwa telah membeli sebanyak 100.000 lembar saham BMRI di harga Rp9.975 per saham senilai Rp997,5 juta.

"Tujuan ransaksi ini adalah untuk investasi dengan status kepemilikan saham langsung."tuturnya.

Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Timothy Utama di BMRI bertambah menjadi 467.100 lembar saham atau dibandingkan sebelumnya 367.100 lembar saham. (end)
Sumber: iqplus-
Informasi lengkap pasar saham ada di Website Saham Online.  
Materi belajar trading dan investasi saham ada di Channel Youtube Saham Online. 

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Saham INKP, PGAS, SCMA dan PNLF oleh Indopremier Sekuritas | 1 Desember 2022

Indopremier Sekuritas 1 Desember 2022 IHSG (7.040 – 7.120): Indeks diprediksi akan bergerak  menguat. Target kenaikan indeks pada level 7.120 kemudian 7.160 dengan support di level 7.040 kemudian 7.000. INKP (Buy): Target kenaikan harga pada level 10.150 kemudian 10.300 dengan support di level 9.850 cut loss jika break 9.700. PGAS (Buy): Target kenaikan harga pada level 1.900 kemudian 1.920 dengan support di level 1.860 cut loss jika break 1.840. SCMA (Buy): Target kenaikan harga pada level 254 kemudian 258 dengan support di level 246 cut loss jika break 242. PNLF (Buy): Target kenaikan harga pada level 480 kemudian 486 dengan support di level 464 cut loss jika break 456. XBIG (Buy);  Target kenaikan harga pada level 619 kemudian 626 dengan support di level 605 cut loss jika break 598. XBNI (Buy):  Target kenaikan harga pada level 1.219 kemudian 1.231 dengan support di level 1.195 cut loss jika break 1.183. XIPI (Buy): Target kenaikan harga pada level 222 kemudian 226 dengan support

Rekomendasi Saham BBNI, MDKA, UNVR dan BBCA oleh Indopremier Sekuritas | 6 Desember 2022

Indopremier Sekuritas 6 Desember 2022 IHSG (6.955 – 7.115) : Indeks diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah. Target pelemahan indeks pada level 6.955 kemudian 6.925 dengan resist di level 7.115 kemudian 7.145. BBNI (Buy): Target kenaikan harga pada level 9.850 kemudian 9.950 dengan support di level 9.650 cut loss jika break 9.550. MDKA (Buy): Target kenaikan harga pada level 4.510 kemudian 4.560 dengan support di level 4.410 cut loss jika break 4.360. UNVR (Buy); Target kenaikan harga pada level 4.800 kemudian 4.860 dengan support di level 4.680 cut loss jika break 4.620. BBCA (Buy on Weakness): Target harga beli pada level 8.700 dengan resist di level 8.875 kemudian 9.000. XBIG (Buy on Weakness): Target harga beli pada level 592 dengan resist di level 604 kemudian 612. XIJI (Buy on Weakness):  Target harga beli pada level 659 dengan resist di level 667 kemudian 673. XPES (Buy on Weakness): Target harga beli pada level 455 dengan resist di level 462 kemudian 466. Full re

Rekomendasi Saham BMRI, BYAN, INDF, ISAT, SMRA dan MEDC oleh BNI Sekuritas | 6 Desember 2022

BNI Sekuritas 6 Desember 2022 Andri Zakarias Siregar 1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Resistance: Rp 11.000, Rp 11.200, Rp 11.375, Rp 11.750. Support: Rp 10.800, Rp 10.600, Rp 10.450, Rp 10.325. Rekomendasi: Buy di area Rp 10.800- Rp 10.875 dengan target Rp 11.000, Rp 11.200. Stop loss di bawah Rp 10.525. 2. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Resistance: Rp 14.075, Rp 15.250, Rp 16.050, Rp 16.550. Support: Rp 13.150, Rp 12.500, Rp 11.850, Rp 10.675. Rekomendasi: Buy if break Rp 13.600 dengan target Rp 14.050, Rp 15.250. Stop loss di bawah Rp 12.500. 3. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Resistance: Rp 6.800, Rp 6.925, Rp 7.025, Rp 7.150. Support: Rp 6.675, Rp 6.600, Rp 6.525, Rp 6.375. Rekomendasi: Buy if break Rp 6.800 dengan target Rp 6.925, Rp 7.025. Stop loss di bawah Rp 6.550. 4. PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) Resistance: Rp 6.050, Rp 6.200, Rp 6.375, Rp 6.500. Support: Rp 5.875, Rp 5.750, Rp 5.600, Rp 5.425. Rekomendasi: Buy if break Rp 6.000 dengan target Rp 6.200,