google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo 4 Hal Yang Mempengaruhi Pasar Hari Ini, 23 Desember 2016 Langsung ke konten utama

4 Hal Yang Mempengaruhi Pasar Hari Ini, 23 Desember 2016


Berikut 4 hal penting yang mempengaruhi pergerakan pasar hari ini :

1. Upgrade Rating Surat Hutang 4 BUMN
Seperti yang sudah kita baca dalam kopisore kemarin, saya sempat bahas sedikit tentang Fitch Ratings.

Fitch Ratings adalah sebuah lembaga pemeringkat internasional. Nah barusan saja lembaga pemeringkat bergengsi ini mengeluarkan rating investasi terhadap Indonesia. Pada rating ini, mereka menaikan status menjadi positif untuk investasi di Indonesia.

Tak tanggung tanggung, Fitch Ratings juga menaikan rating 4 BUMN sebagai follow up. Perusahaan yang dinaikkan ratingnya menjadi positif adalah PT Pelindo III, PT PGN Tbk (PGAS), PLN dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Hal ini adalah salah satu pengakuan dunia akan positifnya investasi di dalam negeri. Hal ini dapat mendorong tingkat kepercayaan investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Ini juga menjadi sentimen positif penggerak harga bagi saham - saham BUMN tersebut.

2. China Menaikan Produksi Timah dan Nikel
Dari sektor komoditas, harga nikel dan timah turun setidaknya -2 %. Hal ini disebabkan rilis data oleh China bahwa mereka akan menaikkan produksi komoditas nikel dan timah.

Kenaikan produksi tersebut akan menyebabkan banyaknya timah dan nikel di pasar. Kenaikan jumlah barang membuat turunnya harga komoditas timah dan nikel.

3. Masuknya Perusahaan Farmasi India ke Indonesia
3 perusahaan farmasi asal India akan menanam modal di Indonesia. Saat ini 90% kebutuhan bahan baku industri farmasi berasal dari impor. Selain masuknya modal ke Indonesia, industry farmasi dapat memotong 50% impor bahan baku dari masuknya 3 perusahaan ini.

Berkurangnya impor dapat berakibat pada penambahan surplus neraca perdagangan. Hal ini sangat baik bagi perekonomian Indonesia dan saham sektor farmasi seperti KLBF dan KAEF karena berkurangnya harga produksi juga menjadi keuntungan bagi sektor farmasi.

4. Indonesia menjadi Salah Satu Pilihan Terbaik Investor Global untuk tahun 2017
Dikutip dari Bloomberg, Indonesia menjadi salah satu pilihan terbaik dalam investasi oleh lembaga - lembaga keuangan global.

Dari Morgan Stanley, HSBC Global Asset Management , Credit Suisse hingga Mizuho Bank di Tokyo memilih investasi di Indonesia.

Pilihan para investor global ini beragam dari nilai mata uang Rupiah, surat hutang hingga saham - saham dalam negeri menjadi salah satu rekomendasi mereka.

Hal ini menjadi pertanda akan banyak investor global yang akan menanamkan modalnya. Optimisme investor global terhadap negara kita menjadi sentimen segar bagi outlook tahun 2017. (Ellen May)

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

3 Tips Investasi Saham Untuk Pemula

Investasi saham makin dikenal banyak orang, termasuk anak muda generasi milenial bahkan generasi Z. Selain transaksinya yang semakin praktis karena dilakukan secara online, adanya potensi return yang sangat tinggi menjadi daya tarik utamanya. Investasi saham bisa dikatakan mudah maupun susah. Agar semakin mahir dalam melakukan investasi saham, Anda bisa memulai dengan mengamalkan 3 tips berikut ini. Diversifikasi Investasi Jangan masukkan semua telur dalam satu keranjang. Jika Anda meletakkan semua telur Anda dalam satu keranjang, itu bisa membuat semuanya pecah jika keranjang tersebut terjatuh. Ketika Anda melakukan investasi, jangan pernah mengalokasikan seluruh modal Anda dalam satu jenis investasi saja. Berusahalah untuk mengalokasikan dana Anda di beberapa investasi. Diversifikasi yang Anda jalankan akan melindungi aset Anda. Seaandainya investasi yang satu sedang turun, setidaknya Anda masih memiliki investasi lain yang baik. Ketika Anda membutuhkan uang, Anda bisa mencairkan in...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...

BBNI | BNI PALEMBANG KEJAR TARGET PERTUMBUHAN NASABAH 12 PERSEN

IQPlus, (09/09) - Bank BNI Wilayah Palembang yang membawahi lima provinsi di Sumatera bagian selatan mengejar pertumbuhan nasabah hingga 12 persen pada 2019 untuk menggenjot kenaikan pendapatan dari dana pihak ketiga (DPK). Pemimpin BNI Wilayah Palembang Dodi Widjajanto di Palembang, Senin, mengatakan saat ini jumlah nasabah sudah mencapai 2 juta, namun masih memiliki potensi untuk bertambah selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap industri perbankan. Dengan luasnya sebaran wilayah kerja yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung kami optimis target ini dapat tercapai,. kata Dodi. Dodi mengatakan dari jutaan nasabah itu, 10 persennya merupakan nasabah dari segmen usia milenial. Oleh karena itu, perusahaan berupaya meningkatkan jumlah nasabah dari kalangan tersebut. Salah satunya, kata dia, pihaknya gencar melakukan edukasi keuangan kepada generasi milenial atau mereka yang berusia produktif. Misalnya kami telah meluncurkan produk...