google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Headline Berita Saham Hari Ini, 16 Desember 2016 Langsung ke konten utama

Headline Berita Saham Hari Ini, 16 Desember 2016



Target WTON, kontribusi RMC capai 10% (Kontan)
RMC ditargetkan bisa berkontribusi 10% terhadap total pendapatan tahun depan.

ACES membidik target konservatif tahun depan (Kontan)
Tahun depan, ACES masih konservatif. Emiten ini hanya ingin membuka minimal 10 gerai baru.

Konsorsium Jasa Marga dan Waskita akan berinvestasi Rp2,7 triliun (Investor Daily)
Konsorsium PT Jasa Marga (JSMR) dan PT Waskita Toll Road akan berinvestasi sebesar Rp2,7 triliun untuk pembangunan Salatiga-Solo jalan tol pada tahun depan. Aksi ekspansi ini menambahkan jumlah proyek jalan tol untuk Waskita Toll Road.

Nusantara Infrastructure akan mengakuisisi menara telekomunikasi (Investor Daily)
PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) berencana mengakuisisi menara telekomunikasi di tahun depan. Perusahaan saat ini sedang dalam tahap menjajaki beberapa perusahaan.

Sampoerna Agro divestasi anak perusahaan (Investor Daily)
PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) dengan PT Arkananta Cahaya Indah melepas seluruh kepemilikannya di PT Pertiwi Lenggara Agromas dan menjualnya ke PT Dhanistha Surya Nusantara dan PT Surya Nusantara Sawitindo. Nilai divestasi ini Rp447,24 miliar.

Kenaikkan ekspor spektakuler (Media Indonesia)
BPS mencatat kenaikan ekspor cukup tajam pada November 2016 mencapai 21.34% menjadi USD 13.5Bn.

2017 sektor property tumbuh positif (Media Indonesia)
Optimisme terjadi berlandaskan indicator perbaikan ekonomi nasional, diantaranya pertumbuhan ekonomi yang positif, tingkat suku bunga acuan yang cenderung turun, bonus demografi, hingga pembangunan infrastruktur yang terus tumbuh.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...