google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Ulasan Pasar Modal Hari Ini, 7 Desember 2016 Pasar Global Langsung ke konten utama

Ulasan Pasar Modal Hari Ini, 7 Desember 2016 Pasar Global

Ulasan Pasar Modal Hari Ini, 7 Desember 2016 Pasar Global


US

Saham-sahan AS naik pada perdagangan kemarin, seiring dengan berlanjutnya rally sambil investor mencerna data ekonomi dan bersiap untuk dua pertemuan bank sentral.

Dow Jones Industrial Average naik sekitar 35 poin ke rekor penutupan tertinggi, dengan Goldman Sachs berkontribusi terbesar. Indeks blue-chip juga membukukan rekor penutupan ke 11 sejak pemilu. Sebelumnya, saham Boeing berada di bawah tekanan setelah Presiden terpilih Donald Trump mengancam untuk membatalkan pesanan untuk 747 Air Force One yang baru.

Data ekonomi: The Fed sedang memasuki periode "blackout" nya, yang berarti tidak akan ada pembicara bank sentral menjelang pertemuan kebijakan moneter pada 13-14 Desember. Pasar saat ini menetapkan probabilitas 92,7% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan tersebut, menurut alat CME FedWatch.

Data ekonomi:
*Defisit perdagangan AS melonjak hampir 18% pada bulan Oktober karena impor naik ke level tertinggi dalam 14 bulan.
*Pesanan pabrik naik 2,7% pada bulan Oktober, kenaikan bulanan berturut-turut dan terbesar sejak Januari 2015.


Europe

Bursa Eropa ditutup menguat seiring dengan meredanya kekhawatiran atas ketidakstabilan politik dan investor mulai fokus pada pertemuan Bank Sentral Eropa.

Saham jasa keuangan merupakan diantara sektor berkinerja terburuk setelah pengawas keuangan U.K. mengumumkan aturan yang lebih ketat. Financial Conduct Authority mengusulkan aturan baru bagi perusahaan-perusahaan yang menjual produk CFD setelah 82 persen klien kehilangan uang pada investasi tersebut. Pengumuman ini menyebabkan saham IG Group terjun dan ditutup turun 38 persen.

Indeks Italia pulih pada Selasa dengan ditutup naik 4,15 persen meskipun kekhawatiran politik dan finansial masih berlanjut.
Perdana Menteri Italia Matteo Renzi telah setuju untuk menunda pengunduran dirinya hingga anggaran 2017 negara disetujui, mengurangi risiko pemilu dini dini menyusul kekalahan pemerintah dalam referendum.

Analis mengekspektasikan Presiden ECB Mario Draghi pada hari Kamis akan mengumumkan perpanjangan skema pembelian obligasi triliunan euro bank, setidaknya enam bulan lagi.

Di Inggris, pemerintah terus banding atas putusan Pengadilan Tinggi yang menyatakan bahwa perlu persetujuan parlemen sebelum melakukan Pasal 50 Uni Eropa dan memulai negosiasi Brexit dengan Eropa.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...