google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Info Emiten : JPFA, 17 Februari 2017 Langsung ke konten utama

Info Emiten : JPFA, 17 Februari 2017

JAKARTA - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk akan mengalihkan 5,357 juta saham atau 35,80% saham hasil pembelian kembali kepada peserta. Pengalihan saham buyback kepada peserta dengan memenuhi persyaratan pemberian awards berdasarkan performance share plan Japfa.
Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, harga pengalihan akan lebih besar dari harga pasar yang saat pemberian awards dan biaya pengalihan saham hasil pembelian kembali sebesar Rp870,40.
Pada 2012, Japfa telah melaksanakan pembelian kembali saham dan PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI) dari pemegang saham yang tidak menyetujui pelaksanaan penggabungan usaha antara perseroan dengan MBAI, PT Multiphala Adiputra dan PT Hidon. Jumlah saham hasil pemberlian kembali sebanyak 4,064 juta saham, setelah saham MBAI dilaukkan valuasi ke saham perseroan.
Namun, saat ini jumlah saham hasil pembelian kembali menjadi sebanyak 20,324 juta saham setelah perseroan melakukan pemecahan nilai nomonal saham dengan rasio 1:5. Harga awal pembelian kembali saham adalah Rp4.352 per saham untuk perseroan dan rp13.164 per saham untuk saham MBAI.
Setelah dilakukannya pemecahan nilai nominal saham dengan rasio pemecahan saham 1:5, maka harga saham tersebut menjadi Rp870,40 per saham.
Dengan rencana transaksi tersebut, maka sisa saham hasil pembelian kembali dapat dialihkan ke pasar sekitar 14,966 juta, dialihkan berdasarkan performance share plan PT Japfa di 2018 atau digunakan untuk tujuan lain.
(dni)
http://economy.okezone.com/read/2017/02/17/278/1621020/japfa-alihkan-35-80-saham-buyback

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...