google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Info Pasar : Harga Bijih Besi, 11 Februari 2017 Langsung ke konten utama

Info Pasar : Harga Bijih Besi, 11 Februari 2017

Bank Dunia Prediksi Harga Bijih Besi Naik 11,3%

Jakarta - Bijih Besi merupakan salah satu bahan yang dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur, tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia. Di Indonesia sendiri, kebutuhan besi dan material bangunan lainnya cukup tinggi, terkait rencana pembangunan yang direncakan pemerintahan Jokowi hingga 2019 nanti.

Sementara itu, World Bank atau Bank Dunia prediksi bahan dasar besi tersebut akan kembali naik hingga 11,3% tahun ini. Bagaimana efeknya? Mari kita simak, hanya di #Kopipagi 8 Februari 2017.

Kemarin IHSG mengalami koreksi yang cukup besar. Bagaimana pergerakannya kemarin? Mari kita saksikan, dalam review IHSG hari ini.

IHSG pada perdagangan kemarin, ditutup melemah sebesar 0,40% di level 5.360,06. Penguatan IHSG yang sebelumnya menghadapi resistance di 5.400, gagal ditembus dan menyebabkan koreksi terhadap IHSG. Sementara itu, Dow Jones melemah 0,18% ke level 20.054,34, diikuti dengan kenaikan tipis dari EIDO sebesar 0,04% ke level 24.84.

Berdasarkan hal tersebut, saya lihat IHSG masih akan bergerak mixed dalam range 5.350-5.450.

Naiknya harga bijih besi tidak hanya ditentukan oleh faktor permintaan saja, akan tetapi juga dari produksi bijih besi itu sendiri. Lalu, mengapa World Bank bisa memperkirakan harga Bijih Besi bisa naik hingga 11,3%? Mari kita simak dalam ulasan berikut.

Bijih Besi Diproyeksikan Naik 11,3%

World Bank memprediksikan harga bijih besi akan meningkat 11,3% year on year (yoy) pada 2017 menjadi US$ 65 per ton, dari sebelumnya US$ 58,4 per ton. Pada tahun lalu, harga tembaga juga telah melonjak 84,18% year on year (yoy) menjadi 652 yuan (US$ 93,95) per ton. Lonjakan ini diakibatkan oleh 3 faktor utama, yaitu kuatnya permintaan baja di China, pengetatan produksi, dan rendahnya persediaan. Diprediksi pada tahun ini, harga bijih besi juga akan kembali mengalami peningkatan. Pada penutupan perdagangan Selasa lalu, harga bijih besi untuk kontrak Mei 2017 di bursa Dalian naik 1,4% menjadi 614,5 yuan (US$89,26) per ton. Ini menunjukkan peningkatan 10,82% sepanjang tahun berjalan.

Meskipun begitu, kenaikan bijih besi ini dibayang-bayangi oleh meningkatnya jumlah suplai, akibat tingginya harga bahan baku baja itu. Stok di pelabuhan China naik menjadi 123,5 juta ton pada pekan lalu. Pasalnya, pengiriman dari pelabuhan Hedland di Australia mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Pasokan baru juga datang dari tambang Vale SA di Brasil, yang melakukan pengiriman perdananya pada pertengahan Januari 2017. Total pasokan bijih besi dari tambang tersebut dapat tumbuh hingga 19,76% menjadi 412 juta ton pada 2017, dari volume 344 juta ton pada 2016.

Harga bijih besi tahun ini masih bisa meningkat diakibatkan oleh masih terjadinya pengetatan pasokan, yang membuat rerata harga bijih besi potensi menguat hingga 25% pada 2017 menjadi US$ 73 per ton. Tahun lalu, rerata harga mencapai US$ 58,38 per ton. Saat ini, kondisi pengetatan suplai dan permintaan akan bertahan sampai paruh pertama 2017. Nantinya, harga bijih besi yang melampaui US$ 80 per ton akan mendorong sejumlah penambahan produksi oleh produsen.

Bijih besi merupakan bahan utama untuk pembuatan baja. Tingginya harga bijih besi tersebut dapat menyebabkan performa perusahaan-perusahaan penghasil besi dan logam lainnya di Indonesia terganggu, seperti BAJA, GDST dan KRAS. Karena kegiatan utama usaha mereka yang memproduksi baja. Namun, kenaikan harga bijih besi tersebut diperkirakan hanya sampai pertengahan 2017 saja. Mengingat sudah terjadi kenaikan yang cukup signifikan pada 2016 lalu, akibat over demand dari China, serta pengecualian bea masuk besi oleh vietnam sebesar 23,3%.

Salam profit (wdl/wdl)
https://finance.detik.com/market-research/d-3417547/bank-dunia-prediksi-harga-bijih-besi-naik-113

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

INI PENJELASAN PAN BROTHERS TERKAIT AKSI UNJUK RASA KARYAWAN PABRIK DI BOYOLALI

Ribuan karyawan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan unjuk rasa di depan pabriknya pada Rabu (5/5/2021). Pasalnya, unjuk rasa yang akhirnya mendorong karyawan melakukan mogok kerja tersebut, dipicu adanya informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga akan dicicil delapan kali. Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni menjelaskan bahwa, adanya kesalah pahaman dari penerimaan info yang disampaikan ke karyawan dan karyawati dan mengakibatkan simpang siurnya berita yang muncul di media "Pagi tanggal 5 Mei 2021 kami mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati kami, bahwa saat ini kondisi Arus Kas / Cash Flow perusahaan agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,"kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Kamis, (6/5). Oleh karena itu, de...