google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa IHSG Penutupan 4 Mei 2017 Langsung ke konten utama

Analisa IHSG Penutupan 4 Mei 2017


Setelah melemah empat hari berturut-turut, IHSG menutup perdagangan hari ini di zona positif dengan menguat 22 poin (+0.39%) ke level 5,669.443. Tercatat 137 saham menguat dan 205 saham melemah hingga akhir perdagangan. Sektor mining dan agriculture memimpin pelemahan sektor dengan ditutup turun masing-masing 1.55% dan 1.20%, sementara sektor finance memimpin penguatan dengan ditutup naik 1.28%. Investor asing mencatatkan transaksi net sell sejumlah Rp313 miliar di seluruh Pasar hari ini. Pada penutupan perdagangan, US Dollar menguat 20 poin (+0.15%) terhadap Rupiah, sehingga Rupiah melemah ke level Rp13,328 terhadap US Dollar.

Advance Stocks:

- PWON: Menguatnya harga saham PWON didorong oleh hasil kinerja perseroan pada 1Q17 yang mencatatkan penguatan, merupakan perbaikan dari kinerja moderat yang dicatatkan perseroan sepanjang tahun 2016. Di 1Q17, pendapatan, laba kotor, dan laba operasi PWON masing-masing naik 10,6%, 5%, dan 2,2%. Namun, laba bersih turun 36% YoY, yang disebabkan oleh one-off item. Harga saham PWON ditutup menguat Rp40 (+6.29%) ke level Rp675 pada perdagangan hari ini.

- LPCK: Setelah melemah dalam empat hari terakhir, harga saham LPCK ditutup menguat Rp240 (+5.64%) ke level Rp4.490 hari ini. Grup Lippo, mengumumkan pembangunan kota baru berskala internasional bernama Meikarta dengan total nilai proyek melebihi Rp278 triliun. Dalam tahap pertama, Meikarta telah memulai pembangunan 250,000 perumahan. Grup Lippo menggandeng kontraktor lokal seperti TOTL, WIKA dan PTPP dalam pembangunan proyek ini.

- PGAS: Harga saham PGAS mencatatkan penguatan intraday tertajamnya sejak 25 April lalu seiring dengan rencana pemerintah untuk mencari pendanaan untuk infrastruktur gas senilai $42,2 miliar hingga 2030. Pemerintah berencana membangun 7.832 km pipa gas, 6 unit pabrik LNG, 8 floating storage dan regasfication unit, seta 72 onshore. Harga saham ditutup menguat Rp80 (+3.41%) ke level Rp2.420 hari ini, setelah melemah 5 hari berturut-turut pada perdagangan sebelumnya.

- JECC: Harga saham JECC ditutup menguat Rp700 (+13.46%) ke level Rp5.900 hari ini. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, JECC mencatatkan peningkatan penjualan bersih sebesar 3.29% menjadi Rp540,17 miliar, meningkat dibandingkan periode sama tahun lalu  sejumlah Rp522,96 miliar. Laba bersih tercatat meningkat 23.37% dari Rp34,37 miliar pada 1Q16 menjadi Rp42,41 miliar pada 1Q17.

Decline Stocks:

- WOMF: Harga saham WOMF anjlok setelah rencana Reliance Capital Management menguasai 68.55% saham WOMF dari BNII batal dikarenakan Reliance tidak dapat memenuhi persyaratan pendahuluan atas perjanjian pembelian saham bersyarat (CSPA). Dengan gagalnya perjanjian tersebut, maka BNII akan tetap memiliki 68.55% saham WOMF. Harga saham WOMF ditutup melemah Rp41 (-20.7%) ke level penutupannya sejak 11 Januari lalu di level Rp157.

- INCO, ANTM: Harga saham melemah dipicu oleh merosotnya harga nikel akibat proyeksi meningkatnya suplai dari Filipina setelah penolakan parlemen terhadap pengangkatan Regina Lopez yang sebelumnya memprakarsai penutupan sejumlah tambang nikel di dalam negeri. Nickel futures melemah 1.6% menjadi $9,080, level terendahnya sejak Juni 2016. Harga saham INCO dan ANTM ditutup melemah masing-masing Rp60 (-2.84%) ke level Rp2.050 dan Rp20 (-3.00%) ke level Rp645 pada perdagangan hari ini.

Market Review 4 Mei 2017
(Investment Information Team,  Mirae Asset Sekuritas Indonesia)

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...

BBNI | BNI PALEMBANG KEJAR TARGET PERTUMBUHAN NASABAH 12 PERSEN

IQPlus, (09/09) - Bank BNI Wilayah Palembang yang membawahi lima provinsi di Sumatera bagian selatan mengejar pertumbuhan nasabah hingga 12 persen pada 2019 untuk menggenjot kenaikan pendapatan dari dana pihak ketiga (DPK). Pemimpin BNI Wilayah Palembang Dodi Widjajanto di Palembang, Senin, mengatakan saat ini jumlah nasabah sudah mencapai 2 juta, namun masih memiliki potensi untuk bertambah selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap industri perbankan. Dengan luasnya sebaran wilayah kerja yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung kami optimis target ini dapat tercapai,. kata Dodi. Dodi mengatakan dari jutaan nasabah itu, 10 persennya merupakan nasabah dari segmen usia milenial. Oleh karena itu, perusahaan berupaya meningkatkan jumlah nasabah dari kalangan tersebut. Salah satunya, kata dia, pihaknya gencar melakukan edukasi keuangan kepada generasi milenial atau mereka yang berusia produktif. Misalnya kami telah meluncurkan produk...