google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Rekomendasi Saham Heldy Arifien 5 Juni 2017 Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham Heldy Arifien 5 Juni 2017

(OpisBoi‘s Technocopter) JCI edge up by 0.07% to close at 5,742.45 pts, last Friday. With a total of 136,090,294 shares, or equivalent with IDR8.95tr trading values. Fallen stocks outnumbered the rising ones by 196 and 143, where Foreign Investors recorded a total Net Sell by IDR27bn across the board.

JCI in need for a fresh news and prone to go sideways, as the volatility steady around 1.0% in the last 5 trading days. Liquidity is still in the market, average daily trading value marked around IDR8,23tr for May and registered a total of IDR7.81tr average daily base on year to date basis. Foreign Investors recorded IDR21.41tr across the board, for the same period. USD/IDR maintained around IDR13,280-13,356 levels.

We need to pay attention on a Bearish Counter Attack Lines which concluded the Mat Hold Formation, this might indicates a short-term bearish reversal to set a short breather on the index for 5,690-5,705 support once again. However, a Loose Pennant Formation that was formed from May 19th, could also give the JCI a room to move forward and reach its 5,754-5,758 resistances.

Therefore, JCI expected to walk around 5,743-5,769 pts areas this Monday, and eyed on within its critical stop loss support at 5,690 should the selling tension continue and drag the Indonesia Benchmark Stocks lower and breach the 5,709-5,713 supports

Some of these stocks still have a potential upside to cease the selling pressures, and hold the market steady (TradingBuy); TLKM ASII UNVR BBNI BJTM BNGA KAEF DOID ITMG LPKR SOCI ; Foreign Investors eyed on some of these stocks; MAPI RALS ERAA AKRA KRAS NIKL; (OnScreen); BUMI BWPT BRMS DEWA PWON CTRA SMRA;

by Heldy Arifien SmartTrader

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

INI PENJELASAN PAN BROTHERS TERKAIT AKSI UNJUK RASA KARYAWAN PABRIK DI BOYOLALI

Ribuan karyawan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan unjuk rasa di depan pabriknya pada Rabu (5/5/2021). Pasalnya, unjuk rasa yang akhirnya mendorong karyawan melakukan mogok kerja tersebut, dipicu adanya informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga akan dicicil delapan kali. Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni menjelaskan bahwa, adanya kesalah pahaman dari penerimaan info yang disampaikan ke karyawan dan karyawati dan mengakibatkan simpang siurnya berita yang muncul di media "Pagi tanggal 5 Mei 2021 kami mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati kami, bahwa saat ini kondisi Arus Kas / Cash Flow perusahaan agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,"kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Kamis, (6/5). Oleh karena itu, de...