google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham SMBR | 6 September 2017 Langsung ke konten utama

Berita Saham SMBR | 6 September 2017

PT Semen Baturaja, Tbk (SMBR) menerapakan skema bisnis berbasis peningkatan produksi dan juga kelestarian lingkungan dengan konsep rekayasa hutan.

"Konsep bisnis yang kami inginkan adalah meningkatkan produksi semen dan dalam saat yang bersamaan juga meningkatkan kelestarian lingkungan, bukan hanya sekadar penghijauan kembali," kata Direktur Utama PT Semen Baturaja Rahmad Pribadi kepada Antara di Jakarta, Rabu.

Dalam acara kunjungan ke Kantor Berita Antara, Rahmad menjelaskan bahwa PT Semen Baturaja telah bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk melakukan kajian terhadap lingkungan tersebut.

Ia menuturkan bahwa konsep rekayasa hutan ini baru pertama kali dilakukan oleh PT Semen Baturaja dalam lingkungan industri semen. Sebab bukan hanya sekadar melakukan penghijauan, namun pada tanah yang sebelumnya memiliki kadar racun, diolah kembali agar dapat ditumbuhi oleh tanaman.

"Tanah yang mengandung semen itu kan beracun, sebelum ditambang itu tumbuhan susah hidup karena gersang. Nah ini diolah setelah ditambang kandungan tanahnya diolah kembali agar dapat ditumbuhi berbagai macam tanaman," katanya.

Saat ini proses rekayasa hutan ini sudah terlaksana, total lahan yang dimiliki oleh PT Semen Baturaja adalah seluas 500 hektare. Pada lokasi Baturaja II yang mulai komersil pada bulan September 2017 ini, rekayasa hutan akan diperluas lagi agar tanah bisa dimanfaatkan untuk tumbuhan.

Pabrik Semen Baturaja II siap beroperasi secara komersil pada 1 September 2017, setelah menjalani dua bulan masa percobaan.

Menurut Rahmad, waktu operasi tersebut lebih cepat satu bulan dari rencana sebelumnya, yakni 1 Oktober 2017. Pabrik tersebut nantinya akan menambah kapasitas produksi hingga 1,8 juta ton. (end)

IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...