google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham BBRI | 19 Oktober 2017 Langsung ke konten utama

Berita Saham BBRI | 19 Oktober 2017

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mengatakan masih merampungkan proses akuisisi dua anak usaha PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia yakni Bahana Sekuritas dan Bahana Artha Ventura.

Direktur Utama BRI Suprajarto di Jakarta, Rabu malam, mengatakan pihaknya akan menyelesaikan akuisisi untuk Bahana Artha Ventura terlebih dahulu selambat-lambatnya pada November 2017.

Bahana Ventura akan menjadi kendaraan BRI untuk mengembangkan bisnis jasa keuangan yang sedang berkembang pesat saat ini, yakni industri teknologi finansial atau financial technology (fintech).

"Kami sudah punya program-program bagaimana terkait dengan 'Fintech' akan kami kembangkan disana semoga mendorong pertumbuhan bisnis BRI," ujar dia.

Suprajarto mengatakan sudah melaporkan semua rencana dan proses akuisisi tersebut ke Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Kami juga sudah lapor ke Kementerian. Kami tunggu Kementerian," ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Strategi Bisnis dan Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan perseroan kemungkinan akan mengambil porsi 35 persen dari saham Bahana Ventura. Sementara untuk Bahana Sekuritas, BRI menargetkan mampu menyelesaikan akuisisi pada 2018 dengan kemungkinan kepemilikan 60 persen.

"Belum final, lagi proses di Kementerian. Yang Bahana Sekuritas mungkin awal tahun depan," ujarnya.(end)

IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) Dapatkan Rating Negatif

MOODYS UBAH PROSPEK SPINDO DARI STABIL MENJADI NEGATIF. IQPlus, (23/08) - Moodys Investor Service merubah prospek PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) menjadi negatif dari stabil dimana pada saat yang sama menegaskan peringkat B2 corporate family rating perseroan. "Perubahan prospek menjadi negatif mencerminkan espektasi Moodys dimana gross margin Spindo masih mendapatkan tekanan karena volatilitas harga baja dalam 12-18 bulan ke depan yang menghasilkan peningkatan leverage dan cakupan bunga yang lemah," ujar Brian Grieser, vice president Moodys. Karena baja menyumbang hingga 95% dari harga pokok penjualan, Spindo terkena fluktuasi harga baja global dan domestik. Meski perusahaan menggunakan model biaya plus harga, Spindo tidak sepenuhnya meneruskan peningkatan harga baja kepada pelanggannya secara tepat waktu. Akibatnya margin kotor Spinti turun menjadi 15% dalam 12 bulan di Juni 2018 dari 18% di 2017 dan 25% di 2016. "Selain itu tingkat utang Spindo meningkat ka...