google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham PTPP | 22 Januari 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham PTPP | 22 Januari 2018

Analisa Saham PTPP

Indo Premier Sekuritas on Pembangunan Perumahan (PTPP) 01/17/2018
Solid fundamental with stellar

-  PTPP membukukan total kontrak baru sebesar Rp40,9tn (+ 25,5% yoy) pada TA17, mengumpulkan 102% dari target FY17  perusahaan sebesar Rp40tn. PTPP membukukan total pesanan buku FY17 sebesar Rp95tn, yang hanya 8,4% lebih rendah dari pada Wijaya Karya. Dengan pencapaian kontrak yang luar biasa ini, PTPP membimbing untuk Laba Rugi dan Laba FY17 masing-masing sebesar Rp22-23tn dan Rp1.45tn. Selain itu, anak perusahaan PTPP PPRO dan PPRE juga memiliki kinerja yang kuat pada TA17, mencapai 103% dan 102% dari penjualan pemasaran perusahaan dan target kontrak baru.

-  PPTP membimbing untuk target kontrak baru sebesar Rp49,1 triliun (+ 20% yoy) pada TA18F, yaitu 6% di atas perkiraan kami. Ini menargetkan Pendapatan Rp28,5 triliun dan Laba Bersih Rp1,7. Untuk dapat mencapai target FY18-nya, PTPP memiliki proyek pipa yang cukup besar seperti proyek Kali Baru senilai Rp8,7 triliun, bandara Kulon Progo senilai Rp6,5 triliun, jalan tol Bakauheni senilai Rp4,4 triliun, ruas tol Pandaan-Malang seharga Rp3,4 triliun. , Jalan tol Bitung-Manado senilai Rp2,9 triliun, Pelabuhan Kuala Tanjung senilai Rp2,2 triliun, proyek Tanjung Ucang senilai Rp1,1 triliun, dan proyek CPF yaitu jalan tol Kulonprogo dan Serang-Panimbang.

-  Valuasi: BUY dengan TP Rp4.700

Mirae Asset

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...