google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham ELTY | 22 Januari 2018 Langsung ke konten utama

Berita Saham ELTY | 22 Januari 2018

Berita Saham ELTY

PT Bakrieland Development Tbk telah menyelesaikan restrukturisasi obligasi global senilai 155 juta dolar AS dengan bunga 8,625 persen per tahun yang diterbitkan BLD Investment Pte Ltd (BLDI).

"Restrukturisasi 'global bond' dari 'convertible' menjadi 'exchangeable' ini, kami ubah menjadi kepemilikan di saham anak usaha," kata Presiden Direktur Bakrieland Ambono Janurianto ditemui di Jakarta, Jumat.

Skema restrukturisasi obligasi dilakukan melalui penyerahan saham milik PT Prima Bisnis Utama (PBU) dalam PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (GAP) sebanyak 8.563.472.860 lembar saham GAP atau setara 37,9 persen saham.

Karena nilai perubahan menjadi kepemilikan saham dalam anak usaha masih kurang dari yang merupakan kewajiban, Bakrieland kemudian menerbitkan waran baru yang bisa digunakan untuk memiliki Bakrieland dengan nilai Rp100 per lembar saham.

Waran adalah efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang memberi hak kepada pemegang efek untuk memesan saham dari perusahaan tersebut pada harga tertentu.

Penerbitan "naked warrant" atau waran yang dikeluarkan tanpa induknya, oleh Bakrieland sebanyak 2.518.461.951 lembar dan satu waran memberikan hak untuk membeli 10 saham seri B dengan masing-masing nilai nominal sebesar Rp100 per saham.

"Diterbitkan 2,5 miliar lembar waran dan satu waran bisa 10 lembar saham. Jadi 25 miliar lembar saham kalau 'convert' semua nilainya Rp2,5 triliun," ucap Ambono.

Waran tersebut dapat digunakan dalam waktu selambat-lambatnya empat tahun sejak penerbitannya dengan ketentuan dapat dilakukan setelah enam bulan diterbitkannya waran.

Kronologi Pada 23 Maret 2010, Bakrieland melalui BLDI menerbitkan obligasi global senilai 155 juta dolar AS dengan bunga sebesar 8,625 persen dan jatuh tempo pada 23 Maret 2015.(end)

IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...