google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham KRAS | 24 Januari 2018 Langsung ke konten utama

Berita Saham KRAS | 24 Januari 2018

Berita Saham KRAS

Produsen baja nasional PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menargetkan volume penjualan baja sebesar 2,8 juta ton, naik dibanding tahun 2017 sejalan dengan meningkat kebutuhan baja domestik.

"Pada tahun 2016 kebutuhan baja dalam negeri mencapai 12,7 juta ton, meningkat rata-rata 1 juta ton per tahun. Kebutuhan ini diproyeksikan akan terus meningkat pada tahun mendatang," kata Corporate Secretary PT KS Suriadi Arif, di Jakarta, Rabu.

Suriadi menjelaskan pada tahun 2016, harga baja mulai mengalami perbaikan, kondisi ini terus berlanjut pada 2017.

"Situasi kenaikan harga baja yang membaik secara signifikan sejak dua tahun terakhir, kami optimistis untuk terus memperbaiki kinerja secara berangsur," ujarnya.

Ia menjelaskan, berbeda dengan periode sebelumnya sejak 2011 hingga 2015 harga baja merosot.

"Pada Desember 2017 harga HRC CFR domestik sudah mencapai 562 dolar AS per metrik ton, naik tajam 260 persen dari Desember 2015 hanya mencapai 216 dolar AS per metrik ton," ujarnya pula.

Meski begitu, kondisi pasar baja global dengan harga yang fluktuatif, juga berdampak kepada harga baja domestik yang cenderung tidak stabil.

Pada 2012-2015, harga baja domestik terus menurun. Harga pada 2015 hanya mencapai 62 persen dibanding harga pada 2012.

Selain terpengaruh harga baja global yang menurun, produsen baja domestik juga mengalami tekanan dari tinggi biaya energi seperti gas dan listrik.

Untuk menjaga keseimbangan tersebut produsen baja Krakatau Steel melakukan pola operasi dengan menerapkan strategi "make or buy".

Suriadi Arif menambahkan, dalam struktur biaya produksi, biaya bahan baku merupakan porsi biaya terbesar diikuti oleh biaya energi (gas alam dan listrik).(end)

IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...

BBNI | BNI PALEMBANG KEJAR TARGET PERTUMBUHAN NASABAH 12 PERSEN

IQPlus, (09/09) - Bank BNI Wilayah Palembang yang membawahi lima provinsi di Sumatera bagian selatan mengejar pertumbuhan nasabah hingga 12 persen pada 2019 untuk menggenjot kenaikan pendapatan dari dana pihak ketiga (DPK). Pemimpin BNI Wilayah Palembang Dodi Widjajanto di Palembang, Senin, mengatakan saat ini jumlah nasabah sudah mencapai 2 juta, namun masih memiliki potensi untuk bertambah selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap industri perbankan. Dengan luasnya sebaran wilayah kerja yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung kami optimis target ini dapat tercapai,. kata Dodi. Dodi mengatakan dari jutaan nasabah itu, 10 persennya merupakan nasabah dari segmen usia milenial. Oleh karena itu, perusahaan berupaya meningkatkan jumlah nasabah dari kalangan tersebut. Salah satunya, kata dia, pihaknya gencar melakukan edukasi keuangan kepada generasi milenial atau mereka yang berusia produktif. Misalnya kami telah meluncurkan produk...

INVESTASI SAHAM MENURUT PARA AHLI

Investasi saham adalah aktifitas menarik baik untuk mempersiapkan masa depan maupun juga untuk sebagai aktifitas harian. Para ahli telah menerangkan makna investasi secara umum dan investasi saham secara khusus.  Pengertian Investasi Menurut Para Ahli Haming dan Basalamah Menurut Haming dan Basalamah, Investasi adalah pengeluaran saat sekarang untuk membeli aktiva real seperti tanah, rumah, mobil, dan lain-lain atau juga aktiva keuangan memiliki tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi di masa yang mendatang, selanjutnya dikatakan investasi adalah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber atau dana yang digunakan untuk mengadakan barang modal pada saat sekarang dan dengan barang modal tersebut akan dihasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang. Mulyadi Menurut Mulyadi, Investasi adalah pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk mendapatkan hasil laba di masa yang akan datang. Sadono Sukirno Menurut ...