google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham MPPA | 21 Februari 2018 Langsung ke konten utama

Berita Saham MPPA | 21 Februari 2018

Berita Saham MPPA

Matahari Putra Prima (MPPA) Catatkan Rugi, Ini Alasannya!

Emiten peritel, PT Matahari Putra Prima Tbk. mencatatkan rugi yang diatribusikan ke entitas induk senilai Rp402,98 miliar per September 2017.

Padahal, bila dibandingkan dengan September 2016, peritel yang dikenal dengan brand Hypermart masih mencatatkan laba senilai Rp32,56 miliar. Kerugian Hypermart selama sembilan bulan 2017, disebabkan oleh penurunan penjualan dan pendapatan usaha.

Hingga September 2017, nilai penjualan dan pendapatan usaha MPPA senilai Rp9,61 triliun, terkontraksi 6,6% dari posisi Rp10,29 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, beban penjualan MPPA malah meningkat tajam. Per September 2017, beban penjualan MPPA mencapai Rp227,35 miliar, naik 6 kali lipat dari posisi Rp35,53 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kas dan setara kas yang dimiliki emiten bersandi saham MPPA ini mencapai Rp156,24 miliar. Adapun pinjaman jangka pendek per September 2017 mencapai Rp270 miliar dan utang jangka panjang senilai Rp1,03 triliun.

Baru-baru ini, rapat umum pemegang saham luar biasa PT Matahari Putra Prima Tbk. menyetujui penerbitan sebanyak 3 miliar saham baru.

Head of Corporate Communication PT Matahari Putra Prima Tbk. Fernando Repi, sebelumnya, mengatakan pemegang saham telah menyetujui untuk melakukan right issue dengan menerbitkan 3 miliar saham baru. Adapun nilai nominal dalam right issue emiten bersandi saham MPPA senilai Rp50 per saham.

source:
BISNIS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...