google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham WIKA | 7 Maret 2017 Langsung ke konten utama

Berita Saham WIKA | 7 Maret 2017

Berita Saham WIKA

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) bersama PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) (Pelindo III) memulai pengerjaan pembangunan aksesibilitas darat flyover (jembatan layang) dan tapper Terminal Teluk Lamong. Proyek strategis nasional senilai Rp 1,3 triliun ini dimulai dengan pemancangan pertama tiang beton yang disaksikan oleh Direktur Utama Pelindo III, Ari Askhara dan Direktur WIKA Chandra Dwiputra serta manajemen kedua BUMN di Surabaya, Rabu (7/3).

Sesuai dengan kontrak yang disepakati kedua BUMN, WIKA dipercaya untuk membangun akses sepanjang 2 km yang akan menghubungkan terminal Teluk Lamong dengan tol Surabaya–Gresik melalui Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB). Pengerjaan proyek tersebut akan berlangsung selama 365 hari kalender kerja dan dilanjutkan dengan masa pemeliharaan selama 720 hari kalender.

Pekerjaan proyek flyover akan mencakup aktivitas perencanaan detail engineering design (DED) atau desain teknis secara detail hingga teknis pelaksanaan pembangunan. Dalam hal konstruksi, WIKA akan menggunakan sistem jembatan "unibridge" yakni jembatan balok beton (girder) komposit yang menggunakan pin pada setiap sambungan antar girder dengan konsep modular.

Sistem ini tidak memerlukan pengencangan berkala, seperti halnya penggunaan baut pada model konvensional. Selain itu, material jembatan memiliki desain yang kompak dan ringan, serta lebih efisien dan lebih cepat dalam proses pembangunannya.

CEO Pelindo III Ari Akshara mengatakan, aksesibilitas darat berupa flyover dan tapper (radius untuk belokan jalan) di Terminal Teluk Lamong merupakan solusi yang ditunggu pengguna jalan karena akan lebih mempercepat pergerakan arus barang baik secara lokal maupun regional dari dan menuju pelabuhan.

“Selain itu, kemacetan di jalan raya yang biasa digunakan oleh para pengguna kendaraan roda dua akan berkurang karena langsung terhubung ke jalan tol,” imbuh Ari dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Rabu (7/3).

Pada kesempatan yang sama, Direktur WIKA Chandra Dwiputra menyampaikan harapannya agar proses pengerjaan pembangunan flyover Terminal Teluk Lamong dapat berjalan lancar dan mengikuti jejak kesuksesan WIKA saat mengerjakan pembangunan container yard tahap II di tempat yang sama pada tahun 2017.

“WIKA punya pengalaman baik bekerja sama dengan Pelindo III. Semoga sinergi kedua BUMN ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelas Chandra

Chandra juga menekankan penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada proyek flyover Teluk Lamong. Sebagai BUMN terdepan dalam membangun infrastruktur terbaik, WIKA memiliki standar K3 yang tinggi dan selalu menjadi fokus utama pada setiap pengerjaan proyeknya.

Pembangunan flyover terminal Teluk Lamong menambah deretan proyek pengerjaan konstruksi layang WIKA di tahun 2018. Saat ini WIKA sedang mengerjakan konstruksi layang infrastruktur automated people mover system (APMS) Bandara Internasional Soekarno Hatta sepanjang 3 km, light rail transit (LRT) Jakarta Kelapa Gading – Velodrome sepanjang 5,8 km, mass rapid transportation (MRT) elevated sepanjang 4,7 km dan jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) sepanjang 2,66 km.

source:
KONTAN

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...