google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Rekomendasi Saham Binaartha Parama Sekuritas | 16 Maret 2018 Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham Binaartha Parama Sekuritas | 16 Maret 2018

Rekomendasi Saham Binaartha Parama Sekuritas

IHSG ditutup melemah 0,96% di level 6.321,90 pada Kamis (15/3). Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada pada level 6.301,38 dan 6.280,85. Sementara, resistance pertama dan kedua berada pada level 6.357,26 dan 6.392,62.

Berdasarkan indikator daily, MACD sudah berada di area negatif. Stochastic dan RSI sudah menunjukkan jenuh jual atau oversold. “Dengan demikian, IHSG berpotensi rebound menuju ke area resistance pada level 6.357 hingga 6.393,” prediksi Muhammad Nafan Aji, analis Binaartha Parama Sekuritas dalam riset, Kamis (15/3).

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain:

1. PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), daily (910) (RoE: 24.42%; PER: 14.21x; PBV: 3.47x; Beta: 2.73): Adapun pergerakan harga sudah menyentuh garis MA 200 sehingga potensi rebound terbuka lebar. Buy pada level 890 – 910, dengan target harga secara bertahap di level 950, 1.030, 1.115, 1.170, 1.210 dan 1.390. Support: 890 & 850.

2. PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP), daily (20.000) (RoE: 7.66%; PER: 34.77x; PBV: 3.01x; Beta: 1.34): Saat ini, terlihat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Akumulasi beli pada level 19.500 – 20.100, dengan target harga secara bertahap di level 20.600, 21.350, 21.975 dan 24.525. Support: 19.400.

3. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), daily (26.000) (RoE: 26.36%; PER: 8.55x; PBV: 2.32x; Beta: 0.66): Saat ini, terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Beli pada area level 25.775 – 26.100, dengan target harga secara bertahap di level 27.200, 29.550 dan 32.525. Support: 25.550.

4. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), daily (615) (RoE: 14.95%; PER: 15.76x; PBV: 2.35x; Beta: 1.83): Terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Beli pada area level 610 – 620, dengan target harga secara bertahap di level 645, 660, 700 dan 740. Support: 600.

5. PT United Tractors Tbk (UNTR), daily (33.700) (RoE: 15.82%; PER: 16.62x; PBV: 2.65x; Beta: 0.71): Saat ini, terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Beli pada area level 33.250 - 33.800, dengan target harga secara bertahap di level 38.775, 39.725, 40.500 dan 43.725. Support: 32.300.

6. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), daily (50.125) (RoE: 90.19%; PER: 54.69x; PBV: 49.52x; Beta: 0.61): Saat ini, terlihat bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Beli pada area level 49.500 – 50.200, dengan target harga di level 51.750. Support: 49.075.

Source:

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...