google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham JRPT | 11 April 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham JRPT | 11 April 2018

Indo Premier Sekuritas on Jaya Real Property (JRPT) 03/27/2018
Consistent growth year after years

- JRPT membukukan laba Rp1.1 trilyun (+ 10.2% yoy) di FY17, yang datang di atas ekspektasi pasar, mengumpulkan 104/105% dari perkiraan / konsensus kami. Pendapatan mencapai Rp2.4tn (+ 1% yoy) di FY17, yang 83% disumbangkan oleh pendapatan pengembangan, sedangkan sisanya berasal dari pendapatan berulang. Penghasilan yang kuat ini diakibatkan oleh penurunan COGS sebesar Rp921bn (-2,3% yoy) dan peningkatan total pendapatan lainnya sebesar Rp162bn (+ 138% yoy). Peningkatan pendapatan lainnya terutama berasal dari kerjasama dengan membangun kios di Senen III senilai Rp123bn.

- JRPT membukukan total penjualan pemasaran di FY17 sebesar Rp2.4tn (+ 3% yoy), mencapai target pertumbuhan perusahaan 0- 5%. Meskipun penjualan perumahan yang menantang di Bintaro, JRPT berhasil membukukan penjualan Bintaro datar sebesar Rp1.35tn pada FY17, karena permintaan dari segmen komersial di Pasar Segar Bintaro dan Pasar Segar Graha Raya. Di sisi lain, pengembangan Non-Bintaro (Pasar Kemis & Serpong) menunjukkan pertumbuhan yang kuat dengan membukukan penjualan sebesar Rp691bn (+ 21,6% yoy). Bintaro masih menjadi penyumbang utama untuk total penjualan pemasaran FY17 dengan 56%, diikuti oleh perkebunan Non-Bintaro dan pembangunan High-Rise dengan masing-masing 29% dan 15%.

- Valuasi: BUY dengan TP Rp1,350

Mirae Asset

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...