google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Realisasi KUR PT Bank Negara Indonesia (BBNI) Langsung ke konten utama

Realisasi KUR PT Bank Negara Indonesia (BBNI)


Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) PT Bank Negara Indonesia (BNI) Wilayah Manado hingga posisi (19/5) sudah mencapai 74 persen dari target tahun 2018 ini.

"Kami berupaya memberikan yang terbaik pada masyarakat, dan penyaluran KUR tepat sasaran," kata CEO BNI Wilayah Manado Nur Azmi di Manado, Selasa.

Nur mengatakan saat ini KUR yang tersalur audah mencapai Rp304 miliar atau sudah sekitar 74 persen dari target Rp410 miliar.

"Penyaluran KUR ini, didominasi oleh sektor perdagangan dan juga ada pertanian, pariwisata dan perikanan," katanya.

Penyaluran KUR BNI ini, katanya, baik mikro maupun retail, dan paling banyak di atas Rp25 juta.

Dia mengatakan sesuai dengan target kantor pusat dalam mencapai hal tersebut, pihaknya akan terus menggencarkan sosialisasi serta berkerja sama dengan program-program pemerintah.

Head Network and Services BNI Kanwil Manado Dewanta Ary Wardhana. mengatakan strategi tahun ini akan ada di program-program yang berkaitan dengan pemerintah.

Dia menjelaskan BNI akan menyasar usaha mikro dan kecil karena dipandang mampu meningkatkan perekonom ian daerah.

Pihaknya berharap pelaku usaha bisa memanfaatkan KUR BNI, dengan bunga yang sangat murah," jelasnya.

KUR ini, katanya, merupakan pinjaman dari bank kepada pelaku usaha yang disubsidi oleh pemerintah.

"Walaupun disubsidi oleh pemerintah, tapi harus dikembalikan," jelasnya.(end/ant)
http://www.iqplus.info/news/stock_news/bbni-realisasi-kur-bni-manado-capai-74-persen,41091514.html

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...