google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham BMRI | 30 Juli 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham BMRI | 30 Juli 2018


Indo Premier Sekuritas on Bank Mandiri (BMRI) 07/20/2018
On more solid growth foundation

- BMRI melaporkan laba bersih sebesar Rp12,2tn dalam 1H18 (+ 28,7%), dengan laba 2Q / 1Q membentuk 25% / 23% dari perkiraan FY18F kami sebesar Rp25,2tn (in-line), meskipun ini sebagian dibantu oleh satu- dari pembalikan pemberian pajak pajak sebesar Rp1.08tn di 2Q setelah bank memenangkan putusan Mahkamah Agung pada bulan Mei atas perselisihan pajak yang sudah berlangsung lama dengan otoritas pajak. Namun, pertumbuhan laba yang kuat BMRI juga melesat dari basis rendah pada 1Q17 dan terutama didorong oleh menurunnya ketentuan pinjaman (-15%) sementara laba inti (PPOP) hanya tumbuh sebesar 7,6% dalam 1H (atau hanya 2% pertumbuhan jika tidak termasuk pembalikan ketentuan pajak-kasus).

- Pertumbuhan top-line BMRI yang lemah dapat dikaitkan dengan pertumbuhan aset yang lambat sebesar 8,3% (pinjaman: + 12%; deposito: + 5%) karena mengurangi tekanan NIM dengan memperlambat pertumbuhan deposito. Dalam perhitungan kami, NIM menyempit menjadi 5,57% (-17bps) karena jatuhnya hasil pinjaman IDR menjadi 9,9% pada 2Q18 (-60bps yoy) lebih curam dibandingkan dengan biaya dana IDR (pada 2,9%; -40bps yoy) meskipun pertumbuhan simpanan nasabah lebih lambat dibandingkan dengan portofolio pinjaman.

- Valuasi: BUY dengan TP Rp8,300

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

INI PENJELASAN PAN BROTHERS TERKAIT AKSI UNJUK RASA KARYAWAN PABRIK DI BOYOLALI

Ribuan karyawan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan unjuk rasa di depan pabriknya pada Rabu (5/5/2021). Pasalnya, unjuk rasa yang akhirnya mendorong karyawan melakukan mogok kerja tersebut, dipicu adanya informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga akan dicicil delapan kali. Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni menjelaskan bahwa, adanya kesalah pahaman dari penerimaan info yang disampaikan ke karyawan dan karyawati dan mengakibatkan simpang siurnya berita yang muncul di media "Pagi tanggal 5 Mei 2021 kami mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati kami, bahwa saat ini kondisi Arus Kas / Cash Flow perusahaan agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,"kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Kamis, (6/5). Oleh karena itu, de...