google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham JSMR | 16 Januari 2019 Langsung ke konten utama

Analisa Saham JSMR | 16 Januari 2019

Ciptadana Sekuritas on Jasa Marga (JSMR) 02/08/2019
Continue to expand the operating toll road

Setelah peresmian 4 segmen baru dengan total 158,4 km selama 18 Desember oleh Jokowi, JSMR akhirnya mengakhiri tahun 2018 dengan pencapaian penting karena perusahaan berhasil mencapai target awal mengoperasikan 317,9 km jalan tol baru. Ini sesuai dengan target kami; silakan lihat laporan penelitian kami yang diterbitkan dengan judul "Memperkuat Jaringan". Terlebih lagi, nampaknya sebagian besar ruas tol baru yang diluncurkan sebenarnya masih terpusat di Jawa dan hanya 10,75 km atau 3,4% dari jalan tol yang baru beroperasi tahun ini yang berasal dari Sumatra, khususnya yang berasal dari Simpang Tanjung Morawa - Parbarakan Interchange.

Secara kumulatif, JSMR telah mengelola jaringan 978 km jalan tol di Indonesia hingga 2018, yang meningkat tajam sebesar 48% YoY. Kami sadar dengan tekanan pada pendapatan mulai tahun depan hingga tahun-tahun mendatang, mengingat hampir setengah dari jalan tol yang beroperasi relatif belum matang; dimana aset kemungkinan besar akan mengalami kerugian operasi pada tahun-tahun awal operasi. Namun, di belakang panjang lebih panjang yang telah dibuka, kami percaya ini berpotensi menarik lalu lintas masa depan karena menggunakan jalan raya bermanfaat bagi pengguna dalam hal waktu perjalanan.

Valuasi: BUY dengan Tp Rp5,600


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...