google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham WOOD | Integra Indocabinet (WOOD) Perbesar Pasar Australia Langsung ke konten utama

Saham WOOD | Integra Indocabinet (WOOD) Perbesar Pasar Australia

Bisnis.com, JAKARTA — PT Integra Indocabinet Tbk. membidik peluang memperbesar pasar Australia setelah disepakatinya Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

Investor Relation Integra Indocabinet Wendy Chandra mengatakan, perseroan menyambut baik kesepakatan ini karena memberikan peluang produk furnitur dari Indonesia dapat lebih kompetitif dengan produsen lainnya seperti China. Saat ini kontribusi Australia terhadap penjualan ekspor masih minim.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2018, penjualan ekspor berkontribusi 67,07% terhadap penjualan perseroan. Amerika Serikat menjadi pasar terbesar penjualan ekspor. Pada 2017, Australia dan Afrika menyumbang 0,7% terhadap penjualan ekspor.

Wendy mengatakan, perseroan sedang menjajaki kerja sama dengan retailer Freedom Furniture, yang memiliki jaringan penjualan di Australia dan Selandia Baru.  "Penjajakan sejak tahun lalu. Ini [penghapusan bea masuk] menjadi peluang yang baik, sehingga harganya lebih kompetitif," katanya pada Senin (11/3/2019).

Emiten dengan kode saham WOOD ini, belum dapat menyampaikan target pertumbuhan penjualan ke Australia pada tahun ini maupun tahun depan. Namun, perseroan cukup agresif memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 50% secara year on year pada 2019. Adapun, margin laba bersih diperkirakan berada pada kisaran 10%-12% pada tahun ini.

Wendy mengatakan, perseroan akan meningkatkan kapasitas produksi dan akan meluncurkan 3 produk baru. Dia menyebutkan, kapasitas produksi perseroan sebesar 41.650 kubik pada 2018.

Adapun, 3 produk baru yang akan diluncurkan pada tahun ini yakni, White Prime Moulding/Millwork, Wooden Blind, dan Metal Furniture. White Prime Moulding akan menjadi salah satu kontributor utama terhadap pertumbuhan pendapatan sekitar 12%. Adapun, Wooden Blind dan Metal Funiture akan berkontribusi masing-masing 5% dan 3%.

"Selain harga yang kompetitif, kami diuntungkan dengan lokasi yang lebih dekat. Selama ini, mereka [Australia] banyak impor dari China," imbuhnya.

Berdasarkan kesepakatan IA-CEPA, Indonesia menghapuskan tarif impor sekitar 94% atas 10.252 jenis barang impor Australia, sedangkan Australia akan menghapuskan seluruh tarif impor atau 100% atas 6.474 jenis barang Indonesia yang masuk ke Australia.

Beberapa produk Indonesia yang berpotensi ditingkatkan ekspornya ke Australia di antaranyan produk otomotif, tekstil dan produk tekstil, herbisida dan pestisida, dan produk lainnya seperti kayu dan turunannya (furnitur).


Sumber : BISNIS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) Dapatkan Rating Negatif

MOODYS UBAH PROSPEK SPINDO DARI STABIL MENJADI NEGATIF. IQPlus, (23/08) - Moodys Investor Service merubah prospek PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) menjadi negatif dari stabil dimana pada saat yang sama menegaskan peringkat B2 corporate family rating perseroan. "Perubahan prospek menjadi negatif mencerminkan espektasi Moodys dimana gross margin Spindo masih mendapatkan tekanan karena volatilitas harga baja dalam 12-18 bulan ke depan yang menghasilkan peningkatan leverage dan cakupan bunga yang lemah," ujar Brian Grieser, vice president Moodys. Karena baja menyumbang hingga 95% dari harga pokok penjualan, Spindo terkena fluktuasi harga baja global dan domestik. Meski perusahaan menggunakan model biaya plus harga, Spindo tidak sepenuhnya meneruskan peningkatan harga baja kepada pelanggannya secara tepat waktu. Akibatnya margin kotor Spinti turun menjadi 15% dalam 12 bulan di Juni 2018 dari 18% di 2017 dan 25% di 2016. "Selain itu tingkat utang Spindo meningkat ka...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...