google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham ERAA | Pasar Gelap Ponsel Jadi Ganjalan, Ini Rekomendasi Analis untuk Saham Erajaya Langsung ke konten utama

Saham ERAA | Pasar Gelap Ponsel Jadi Ganjalan, Ini Rekomendasi Analis untuk Saham Erajaya


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren penjualan ponsel pintar atau smartphone diprediksi kurang menggembirakan pada kuartal I-2019. Alhasil, para analis menilai kinerja PT Erajaya Swasembada Tbk akan cenderung loyo di tiga bulan pertama 2019.

Padahal, sepanjang 2018 lalu, emiten berkode saham ERAA ini sukses membukukan pertumbuhan pendapatan hingga 43,39% menjadi sebesar Rp 34,74 triliun. Hal tersebut berhasil mengerek laba bersih perusahaan ini melesat 150% dari Rp 339,46 miliar menjadi Rp 850,09 miliar di akhir 2018 lalu.

Catatan cemerlang ERAA di tahun lalu tampaknya sulit untuk kembali diukir. Analis Trimegah Sekuritas Darien Sanusi mengatakan, beberapa sentimen negatif cukup mempengaruhi penjualan smartphone pasar domestik. Salah satunya adalah lesunya penjualan ponsel di pasar global.

Ini terlihat dari penjualan iPhone dan Xiaomi yang tercatat cukup mini dalam tiga bulan pertama tahun ini. Hal tersebut terjadi karena masih maraknya penjualan produk ilegal atau black market. Selain itu, harga handset juga menurun signifikan dan menyebabkan adanya ketimpangan harga cukup dalam di pasar legal dan ilegal.

Waktu peluncuran produk iPhone terbaru, yakni iPhone Xs, Xs Max dan Xr, turut menjadi faktor negatif. Mengingat ketiga varian premium tersebut diluncurkan 10 hari lebih cepat ketimbang iPhone X dan 8 pada tahun 2017.

Akibatnya, pembelian iPhone terbaru cenderung meroket pada kuartal IV-2018 dan tak berlanjut di kuartal I-2019. "Untuk itu kami memperkirakan di kuartal I-2019 kinerja cenderung turun, ditambah lagi ERAA bakal melanjutkan ekspansinya membuka toko baru, serta dampak dari beban bunga yang meningkat," kata Darien.

Sementara itu, pada pasar ilegal, harga iPhone diketahui turun 5%, sedangkan harga Xiaomi telah turun 16%. Akibatnya, pasokan menumpuk dan pemangkasan harga telah mendorong pasokan smartphone ilegal semakin banyak. Ini membuat selisih harga penjualan produk di ERAA dan harga produk di pasar ilegal kian lebar.

Dengan demikian, penjualan ponsel pintar ERAA bisa jadi tak akan seciamik tahun lalu. Sebagai gambaran, sepanjang 2018 lalu, emiten ini sukses menjual lebih dari 16 juta smartphone, naik sekitar 30% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sentimen positif

Meskipun begitu, analis BNI Sekuritas William Siregar menilai masih ada beberapa sentimen positif yang mampu mendorong kinerja ERAA sepanjang tahun ini. "ERAA masih bisa berlanjut tumbuh tahun ini, meskipun perlu diakui tidak akan sebaik 2018, tapi kinerja ERAA akan tetap tumbuh," jelas dia, Selasa (23/4).

William menjelaskan, dengan berakhirnya pemilu, di mana calon petahana berpeluang melanjutkan pemerintahan, maka ada ruang kejelasan terkait kebijakan International Mobile Equipment Identity (IMEI). "IMEI ini dampaknya akan sangat baik ke ERAA, karena black market yang saat ini mencapai 20% akan hilang, sehingga volume penjualannya juga akan berlanjut," ungkap dia.

Analis Ciptadana Sekuritas Robert Sebastian menambahkan, rencana Xiaomi mengimpor langsung suku cadang bagi produknya juga akan menjadi sentimen positif. Ini akan memberi ruang bagi ERAA melakukan efisiensi, karena tidak perlu mengimpor suku cadang lagi.

"Manfaat lain adalah efisiensi waktu, karena umumnya ERAA memerlukan waktu inventaris tiga bulan sebelum menjual produk, sekarang bisa turun jadi hanya perlu satu bulan," jelas Robert dalam risetnya, Senin (15/4).

Karena itu, ia memprediksi pendapatan perusahaan ini dapat naik paling tidak 2,48% menjadi Rp 35,61 triliun. Robert masih merekomendasikan tahan saham ERAA dengan target harga Rp 1.470 per saham.

Sementara William masih menyarankan beli ERAA dengan target Rp 2.200 per saham. Darien memangkas rekomendasi ERAA menjadi netral dengan target harga Rp 1.650 per saham.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

INI PENJELASAN PAN BROTHERS TERKAIT AKSI UNJUK RASA KARYAWAN PABRIK DI BOYOLALI

Ribuan karyawan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan unjuk rasa di depan pabriknya pada Rabu (5/5/2021). Pasalnya, unjuk rasa yang akhirnya mendorong karyawan melakukan mogok kerja tersebut, dipicu adanya informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga akan dicicil delapan kali. Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni menjelaskan bahwa, adanya kesalah pahaman dari penerimaan info yang disampaikan ke karyawan dan karyawati dan mengakibatkan simpang siurnya berita yang muncul di media "Pagi tanggal 5 Mei 2021 kami mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati kami, bahwa saat ini kondisi Arus Kas / Cash Flow perusahaan agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,"kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Kamis, (6/5). Oleh karena itu, de...