google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham GIAA | GARUDA TAK PERMASALAHKAN TARIF ATAS ASAL STRUKTUR BIAYA TURUN Langsung ke konten utama

Saham GIAA | GARUDA TAK PERMASALAHKAN TARIF ATAS ASAL STRUKTUR BIAYA TURUN


IQPlus, (09/05) - Maskapai Garuda Indonesia menyatakan tidak mempermasalahkan penurunan tarif batas atas yang akan dilakukan Kementerian Perhubungan asalkan struktur biaya juga ikut turun.

"Jadi gini, kalau kita baca PM 20 Tahun 2019. Penurunan tarif batas atas itu rumit sekali. Harus ada penurunan biayanya, jadi kalau ada penurunan biaya, struktur biayanya turun sehingga akibatnya perhitungan tarif batas atas turun bagi maskapai tidak bermasalah," kata Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah usai Public Expose Insidentil di Hangar 2 GMF AeroAsia, Tangerang, Rabu.

Struktur biaya tersebut, terdiri dari biaya tetap dan variabel. Biaya tetap contohnya perawatan pesawat dan biaya variabel untuk bahan bakar.

Pikri menyebutkan untuk perawatan pesawat, sewa pesawat dan avtur sudah memegang porsi 70 persen dari struktur biaya.

"Itu sudah 70 persen dolar, sementara semua pendapatan kita rupiah," katanya.

Ia mengatakan bahwa apabila struktur biaya diturunkan, maka maskapai tidak akan kesulitan apabila tarif batas atas diturunkan.

Menurut dia, saat ini pemerintah tengah mengevaluasi struktur biaya penerbangan, bukan tarif batas atas penerbangan niaga berjadwal.

"Jadi yang dilakukan pemerintah sekarang mengevaluasi struktur biaya bukan mengevaluasi TBA. Jadi apa yang disampaikan Pak Menhub kemarin bagaimana evaluasi struktur biayanya apa yang bisa berubah," katanya.

Dia menambahkan soal tarif semua telah diatur dalam PM 20/2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri dan KM 72/2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

"Pemerintah juga enggak bisa mena-mena, pemerintah ada aturan juga," katanya.(end)


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

INI PENJELASAN PAN BROTHERS TERKAIT AKSI UNJUK RASA KARYAWAN PABRIK DI BOYOLALI

Ribuan karyawan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan unjuk rasa di depan pabriknya pada Rabu (5/5/2021). Pasalnya, unjuk rasa yang akhirnya mendorong karyawan melakukan mogok kerja tersebut, dipicu adanya informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga akan dicicil delapan kali. Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni menjelaskan bahwa, adanya kesalah pahaman dari penerimaan info yang disampaikan ke karyawan dan karyawati dan mengakibatkan simpang siurnya berita yang muncul di media "Pagi tanggal 5 Mei 2021 kami mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati kami, bahwa saat ini kondisi Arus Kas / Cash Flow perusahaan agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,"kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Kamis, (6/5). Oleh karena itu, de...