google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo TARA | Insentif Pajak Hingga Suku Bunga Acuan BI Bikin Sitara Propertindo Optimistis Langsung ke konten utama

TARA | Insentif Pajak Hingga Suku Bunga Acuan BI Bikin Sitara Propertindo Optimistis


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang tahun ini, PT Sitara Propertindo Tbk (TARA) membidik pertumbuhan penjualan sebesar 4%. Salah satu pemantik pertumbuhan penjualannya adalah insentif perpajakan dan kondisi politik seusai pemilu.

Direktur Utama PT Sitara Propertindo Tbk, Dedi Djajasastra, menyebutkan bahwa kondisi politik dan ekonomi dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini mempengaruhi kinerja emiten properti. "Penjualan kami terus menurun dalam dua tahun terakhir ini akibat kondisi politik dan ekonomi," sebut dia, Senin (24/6).

Merujuk laporan keuangan tahun lalu, emiten properti ini mencatatkan penjualan Rp 24,64 miliar. Sebagai perbandingan, realisasi penjualan 2017 lalu senilai Rp 51,3 miliar.

Dedi menyatakan, ada beberapa kondisi yang menyebabkan TARA cukup optimistis pada tahun ini. "Pemerintah seperti memberikan keleluasaan dengan menaikkan batas maksimum untuk pajak penjualan atas nilai barang mewah (PPnBM)," terang dia.

Berdasarkan catatan KONTAN, relaksasi batasan nilai hunian mewah yang dikenakan PPnBM menjadi Rp 30 miliar. Artinya, hanya hunian mewah mencakup rumah, apartemen, kondominium, town house, dan sejenisnya yang bernilai di atas Rp 30 miliar yang akan dikenakan PPnBM sebesar 20%.

Selain alasan tersebut, Dedi mengungkapkan, rencana pemerintah menggodok penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) 22 untuk hunian mewah yang sebelumnya 5% menjadi hanya 1% menjadi peluang bagi TARA untuk mengerek penjualan.

Adapun indikator lainnya yakni keputusan Bank Indonesia (BI) yang tidak menaikkan suku bunga acuan yang membuat sektor perbankan ikut menahan kenaikan bunga kredit properti. Kini TARA bersiap menggencarkan kembali usahanya lewat sejumlah proyek, antara lain berlokasi di Bogor dan Wonogiri. "Beberapa lokasi sedang diselesaikan pembebasan lahannya untuk pembangunan jalan," kata Dedi.

Hingga Desember 2018, TARA memiliki lahan seluas 765.000 m² di Bogor, 1,09 juta m² di Wonogiri dan 15.000 m² di Tangerang. Pada 2018, Sitara Propertindo mengalokasikan sekitar Rp 401,64 miliar sebagai uang muka pembelian tanah di Bogor milik PT Griya Cipta Berdikari.

Manajemen Sitara Propertindo juga menyiapkan belanja modal demi menopang proyek-proyek di tahun 2019. "Porsinya setengah dari kas penjualan dan setengah dari pinjaman perbankan," tutur Dedi, tanpa memerinci besaran belanja modal yang akan mereka kucurkan.

Hingga kuartal I-2019, TARA mengantongi penjualan Rp 5,45 miliar, turun 55% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 12,06 miliar. Sementara labanya tercatat senilai Rp 122,19 juta, turun 48% ketimbang periode sama tahun sebelumnya Rp 236,71 juta.

Komentar

Posting Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

Update Harga Komoditas dan Indeks Global | 17 Mei 2023

Dow closes more than 300 points lower on discouraging Home Depot forecast, debt ceiling concerns Stocks dipped Tuesday as investors digested a lackluster forecast from Home Depot. Wall Street also turned its attention to a meeting between congressional leaders and President Joe Biden on the U.S. debt ceiling. Dow......33012  -336.5  -1.01% Nasdaq12343   -22.2    -0.18% S&P 500.4110   -26.4    -0.64% FTSE.....7751  -26.6    -0.34% Dax......15898  -19.3   -0.12% CAC......7406   -12.2    -0.16% Nikkei.....29843  +216.7    +0.73%  HSI.........19978  +7.1         +0.04% Shanghai.3291   -19.8        -0.60%   IDX.....6676.50  -35.18    -0.52% LQ45....929.77  -5.23       -0.56% IDX30...483.86  -2.43       -0.50% IDXEnergy...1883.51   ...

Info Emiten : Gorengan Bergizi Tinggi, 11 Februari 2017

Sering digoreng, kolesterol dua saham ini terendah JAKARTA. Makanan makin sering digoreng makin makin tinggi kadar kolestrolnya. Apalagi jika minyak untuk menggoreng dipakai berkali-kali hingga kualitasnya menurun. Ibarat makanan, saham pun demikian. Belakangan banyak saham-saham dengan 'kolestrol tinggi' meramaikan transaksi bursa saham. Contoh, ada saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) yang pada perdagangan kemarin masuk UMA. Ada juga saham PT Sigmagold Inti Perkasa Tbk (TMPI) dan sejumlah saham small caps lainnya. Namun, dari sejumlah saham berkolestrol tinggi itu, setidaknya ada dua saham yang kolestrolnya paling rendah. Keduanya adalah, saham PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) dan PT Eagle High Plantataion Tbk (BWPT). Saham AGRO malah menjadi mover IHSG baik secara harian, bulanan, sejak awal tahun atau year to date (ytd). Pada perdagangan Jumat, (10/2), saham AGRO menempati urutan ketiga mover IHSG setelah BMRI dan SMGR. Dari kenaikan IHSG sebanyak...