google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo BIRD | Simak Rencana Bisnis Blue Bird yang Bakal digeber Tahun Ini Langsung ke konten utama

BIRD | Simak Rencana Bisnis Blue Bird yang Bakal digeber Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang tahun ini PT Blue Bird Tbk (BIRD) menggelontorkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 1,5 triliun. Hingga kini realisasinya baru setara 40% dari total alokasi dana capex.

Manajemen Blue Bird menyebutkan, sebesar 70% sumber pendanaan belanja modal berasal dari pinjaman perbankan, sementara sisanya 30% berasal dari kas internal.

Direktur Keuangan BIRD Sandy Permadi mengatakan penyerapan dana belanja modal hingga akhir Juni memang terbilang rendah karena manajemen masih mencermati kondisi pasar terkini.

Selain itu, utilitas kendaraan masih terus dipantau. "Kami berencana tetap menggunakan belanja modal untuk peremajaan kendaraan dan investasi di bidang teknologi," ungkap dia kepada KONTAN, Rabu (3/7).

Tahun ini, BIRD berniat meremajakan sebanyak 4.000 unit kendaraan operasional. Sampai Juni 2019, tercatat sebanyak 1.500 unit kendaraan yang sudah diganti oleh kendaraan jenis multi purpose vehicle (MPV). Manajemen Blue Bird memang ingin mengganti model Toyota Avanza Transmover dan sebagian kecil Honda Mobilio.

Sejauh ini emiten taksi tersebut belum akan menambah jumlah kendaraan listrik. Kini, perusahaan mengoperasikan 25 unit mobil listrik merek BYD e6 A/T untuk Blue Bird dan empat unit merek Tesla model X 75D A/T untuk Silver Bird. Namun untuk Tesla belum beroperasi karena masih menunggu izin surat jalan dari Kementerian Perhubungan.

Sandy menyebutkan, pihaknya belum memutuskan untuk membeli lagi kendaraan listrik pada tahun depan, termasuk dari merek apa saja lantaran mereka masih mengkaji. Namun tak menutup kemungkinan selain dua merek tersebut, BIRD bakal membeli merek lain. Sandy juga bilang, harga kendaraan listrik saat ini belum kompetitif dibandingkan kendaraan konvensional.

Jasa lelang

Selain menggunakan dana capex untuk peremajaan kendaraan, BIRD akan mengembangkan usaha anyar di luar bisnis inti taksi, yakni jasa lelang. Pekan lalu, Blue Bird menggandeng Mitsubishi UFG dan Takari Kokoh untuk membentuk usaha patungan. Ketiganya mendirikan perusahaan baru bernama PT Balai Lelang Caready.

Perusahaan patungan itu membutuhkan investasi sebesar Rp 23 miliar pada tahap awal. Di perusahaan kongsi ini, BIRD menguasai 51% kepemilikan modal. Saat ini balai lelang offline sudah ada di Bekasi. Kelak, ada penambahan daerah baru, namun belum jelas lokasinya, sambil memantapkan penjualan lelang online di caready.co.id. "Selain menjadi tempat penjualan mobil bekas Blue Bird, balai lelang ini juga menjual mobil bekas dari perusahaan leasing serta masyarakat," jelas dia.

Menurut Sandy, kontribusi jasa lelang ini masih kecil yakni di bawah 10% dari total pendapatan BIRD. "Tetapi tujuan akhir yakni untuk memperkuat ekosistem bisnis dari Grup Blue Bird," jelas dia.

Di semester II-2019, BIRD akan melaksanakan aksi korporasi baru di luar bisnis taksi untuk mendukung ekosistem bisnisnya. "Tunggu saja di akhir kuartal III-2019 atau paling tidak kuartal IV-2019," ungkap Sandy.

Sejatinya gerak-gerik ekspansi bisnis BIRD untuk merambah non-taksi sudah terlihat sejak awal tahun. Pada Maret lalu, anak usahanya PT Trans Antar Nusabird membeli shuttle PT Citra Tiara Global dengan merek Cititrans senilai Rp 115 miliar dengan menggunakan modal usaha Blue Bird. Rencananya, BIRD akan memperkuat Cititrans di tiga sampai empat bandara di Pulau Jawa.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...

BBNI | BNI PALEMBANG KEJAR TARGET PERTUMBUHAN NASABAH 12 PERSEN

IQPlus, (09/09) - Bank BNI Wilayah Palembang yang membawahi lima provinsi di Sumatera bagian selatan mengejar pertumbuhan nasabah hingga 12 persen pada 2019 untuk menggenjot kenaikan pendapatan dari dana pihak ketiga (DPK). Pemimpin BNI Wilayah Palembang Dodi Widjajanto di Palembang, Senin, mengatakan saat ini jumlah nasabah sudah mencapai 2 juta, namun masih memiliki potensi untuk bertambah selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap industri perbankan. Dengan luasnya sebaran wilayah kerja yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung kami optimis target ini dapat tercapai,. kata Dodi. Dodi mengatakan dari jutaan nasabah itu, 10 persennya merupakan nasabah dari segmen usia milenial. Oleh karena itu, perusahaan berupaya meningkatkan jumlah nasabah dari kalangan tersebut. Salah satunya, kata dia, pihaknya gencar melakukan edukasi keuangan kepada generasi milenial atau mereka yang berusia produktif. Misalnya kami telah meluncurkan produk...

INVESTASI SAHAM MENURUT PARA AHLI

Investasi saham adalah aktifitas menarik baik untuk mempersiapkan masa depan maupun juga untuk sebagai aktifitas harian. Para ahli telah menerangkan makna investasi secara umum dan investasi saham secara khusus.  Pengertian Investasi Menurut Para Ahli Haming dan Basalamah Menurut Haming dan Basalamah, Investasi adalah pengeluaran saat sekarang untuk membeli aktiva real seperti tanah, rumah, mobil, dan lain-lain atau juga aktiva keuangan memiliki tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi di masa yang mendatang, selanjutnya dikatakan investasi adalah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber atau dana yang digunakan untuk mengadakan barang modal pada saat sekarang dan dengan barang modal tersebut akan dihasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang. Mulyadi Menurut Mulyadi, Investasi adalah pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk mendapatkan hasil laba di masa yang akan datang. Sadono Sukirno Menurut ...