Langsung ke konten utama

SIG HADIRKAN LAYANAN PENJUALAN BETON SIAP PAKAI SECARA DARING | Saham SMGR



IQPlus, (11/06) - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menghadirkan layanan penjualan produk beton siap pakai secara daring (online) bernama Ready Mix Go to Retail, dan dapat diakses melalui AksesToko.id bagi pelanggan retail pemilik rumah dalam pemenuhan kebutuhan pengecoran.

GM of Ready Mix SIG Rudi Hartono dalam keterangan persnya, di Surabaya, Rabu, mengatakan peluncuran layanan ini merupakan upaya perusahaan untuk mengoptimalkan potensi pasar baru yang bisa dilayani dengan produk-produk ready mix SIG.

Rudi mengakui, ke depan tren konsumsi ready mix tidak akan lagi didominasi segmen konsumen proyek dan pabrikan, akan tetapi juga menyentuh pada segmen konsumen individu seperti pemilik rumah.

"Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan AksesToko.id yang merupakan layanan berbasis digital menghubungkan konsumen ready mix concrete pada segmen individu dengan ready mix SIG melalui toko bangunan. AksesToko.id membantu memudahkan pelanggan dalam proses pemesanan," katanya pula.

Ia menjelaskan, melalui AksesToko.id konsumen dapat dengan mudah memesan produk ready mix melalui toko bangunan terdekat di daerah tempat tinggalnya.

"Setelah melakukan pemesanan, konsumen akan dihubungi oleh telesales ready mix guna memastikan pesanannya, selanjutnya pemesan akan dibantu hingga proses akhir pembelian," katanya menjelaskan.

Dia mengatakan, produk ready mix yang dapat dibeli konsumen antara lain DakCrete, DakCrete Plus, dan SlabCrete.

"Produk DakCrete dan DakCrete Plus digunakan untuk pengecoran pelat lantai rumah yang berada di lokasi akses jalan terbatas dengan lebar 2.5 - 3 meter. DakCrete Plus dapat digunakan untuk pengecoran dengan bentangan di atas 6 meter. Sedangkan SlabCrete untuk solusi pengecoran pelat lantai dan balok rumah yang berada di akses jalan dengan lebar di atas 3 meter," katanya.(end)

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

DAFTAR PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI BERDASARKAN SEKTOR

Daftar perusahaan yang terdaftar di BEI | IHSG IDX Daftar perusahaan yang terdaftar di BEI berdasarkan Sektor bisa dilihat di bawah ini. Sekedar untuk informasi, Ada 9 sektor yang mencantumi komponen - komponennya yaitu Pertanian, Pertambangan, Industri Dasar, Aneka Industri, Industri Barang Konsumsi, Properti, Infrastruktur, Keuangan dan Perdagangan dan sektor khusus seperti KOMPAS 100, JII, LQ45, BISNIS 27, PEFINDO 25 dan SRI - KEHATI. Semua emiten yang tercatat di BEI juga tercatat tergantung dengan tipe usahanya dan likuidasinya sendiri. Daftar perusahaan pertanian yang terdaftar di BEI Daftar perusahaan pertanian yang terdaftar di BEI adalah sebagai berikut: Tanaman Pangan BISI International Tbk Perkebunan Astra Agro Lestari Tbk BW Plantation Tbk Gozco Plantations Tbk Jaya Agra Wattie Tbk Multi Agro Gemilang Plantation Tbk Provident Agro Tbk PP London Sumatra Tbk Salim Ivomas Pratama Tbk Sampoerna Agro Tbk SMART Tbk Tunas Baru Lampung Tb

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Cara Menghitung Beta Saham CAPM

Apa itu CAPM CAPM (Capital Asset Pricing Model) adalah model yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian(required return) dari suatu aset. Model ini mendapatkan penghargaan nobel  pada tahun 1990 dan pada prakteknya juga sering digunakan untuk menentukan nilai cost of equity. Dari sudut pandang investor, besarnya tingkat pengembalian seharusnya berbanding lurus dengan risiko yang diambil. Untuk memudahkan saya buat ilustrasi yang disederhanakan sebagai berikut: Alex punya uang 100juta, berkeinginan untuk menginvestasikan uangnya pada bisnis warung retail. Pertanyaan yang seringkali dihadapi adalah: Jika Alex memutuskan untuk berinvestasi pada bisnis warung retail, berapa besar tingkat pengembalian yang harus dia dapatkan? Mengingat bahwa jika dia menginvestasikan uangnya, dia dihadapkan dengan risiko bisnis warung retail. Pertimbangan untuk Alex Deposito Investasi Toko/Warung Retail Risiko Minim, relatif nggak ada bagi Alex Bisa bangkrut atau perkembangan bisnis tida