Langsung ke konten utama

Saham PGAS | PGN SUDAH BANGUN JARGA SEPANJANG 3.838 KM


IQPlus, (07/07) - Direktur Utama PGN Suko Hartono dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan komisi VII DPR, di Jakarta, Senin, menjelaskan hingga 2019 sudah membangun jaringan gas (jargas) sepanjang 3.838 km.

Suko Hartono menjelaskan dengan jaringan gas sebanyak itu berarti sudah membangun 537.936 sambungan rumah tangga (SR).

"Sambungan rumah tangga itu tersebar di 17 provinsi dari 34 provinsi, lalu 60 kabupaten/kota dari 514 kabupaten/kota," katanya.

Dalam pemaparannya ia mengungkapkan data jargas yang dibangun pada tahun 2020 sebagai berikut:
Jargas Aceh, Tamiang, Langsa, Deli Serdang 16.709 SR
Jargas Palembang, Ogan Ilir 13.358 SR
Jargas Ogan Komering Ulu, Muara Enim 13.044 SR
Jargas Masirawas, Musi Banyuasin 12.189 SR
Jargas Dumai, Pekan Baru 9,981 SR
Jargas Serang, Bandar Lampung 13.144 SR
Jargas Semarang, Blora 10.725 SR
Jargas Balikpapan, Penajam Paser Utara, Tarakan 16.809 SR
Jargas Jambi, Muaro Jambi, Sarolangun 12.932 SR.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan menjadwal ulang pembangunan jargas untuk rumah tangga tahun 2020 sebanyak 138.206 SR ke tahun 2021. Anggaran pembangunan jargas tersebut akan dialihkan untuk penanganan COVID-19.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso mengungkapkan semula pemerintah dengan dana sekitar Rp 3,02 triliun, berencana membangun jargas sebanyak 266.070 SR di 49 kabupaten/kota. Namun sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo terkait recofusing anggaran untuk menangani pandemi COVID-19, maka tahun ini hanya akan dibangun 127.864 SR di 23 kabupaten/kota atau senilai Rp1,3 triliun.

"Kementerian ESDM telah melakukan evaluasi dan diputuskan dilakukan realokasi dana pembangunan jargas untuk 11 paket atau sebanyak 138.206 SR. Jadi untuk tahun ini yang terbangun sekitar 127.864 SR di 23 kabupaten/kota," ujar Alimuddin.(end)

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

DAFTAR PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI BERDASARKAN SEKTOR

Daftar perusahaan yang terdaftar di BEI | IHSG IDX Daftar perusahaan yang terdaftar di BEI berdasarkan Sektor bisa dilihat di bawah ini. Sekedar untuk informasi, Ada 9 sektor yang mencantumi komponen - komponennya yaitu Pertanian, Pertambangan, Industri Dasar, Aneka Industri, Industri Barang Konsumsi, Properti, Infrastruktur, Keuangan dan Perdagangan dan sektor khusus seperti KOMPAS 100, JII, LQ45, BISNIS 27, PEFINDO 25 dan SRI - KEHATI. Semua emiten yang tercatat di BEI juga tercatat tergantung dengan tipe usahanya dan likuidasinya sendiri. Daftar perusahaan pertanian yang terdaftar di BEI Daftar perusahaan pertanian yang terdaftar di BEI adalah sebagai berikut: Tanaman Pangan BISI International Tbk Perkebunan Astra Agro Lestari Tbk BW Plantation Tbk Gozco Plantations Tbk Jaya Agra Wattie Tbk Multi Agro Gemilang Plantation Tbk Provident Agro Tbk PP London Sumatra Tbk Salim Ivomas Pratama Tbk Sampoerna Agro Tbk SMART Tbk Tunas Baru Lampung Tb

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

CARA BACA BOLLINGER BANDS

CARA BACA BOLLINGER BANDS Bollinger Bands dibuat oleh pakar Analisa Teknikal bernama John Bollinger pada tahun 1980-an. Indikator ini merupakan derivat dari Moving Averages yang dikembangkan menjadi 2 (dua) garis, yaitu Garis Atas (atau disebut Upper Band), dan Garis Bawah (atau disebut Lower Band). Kedua garis ini membatasi pergerakan saham, dengan lebih dari 90% berada di dalamnya.  Parameter standar yang direkomendasikan oleh John Bollinger adalah 20 – 2. Artinya menggunakan MA-20 dengan 2 Standar Deviasi (2SD). Dengan demikian, Garis Atas (Upper Band) adalah hasil MA-20 ditambah 2SD, sementara Garis Bawah (Lower Band) adalah hasil MA-20 dikurang 2SD. Standar Deviasi adalah istilah untuk menunjukkan volatilitas harga, misalnya dengan mengukur perbedaan nilai harga penutupan dengan nilai rata-rata.  Semakin tinggi nilai Standar Deviasi maka menunjukkan volatilitas yang semakin tinggi, yang tercermin pada semakin lebar (renggang) jarak antara kedua garisnya (Upper Band da