Langsung ke konten utama

Ulasan Pasar Global | 25 September 2020

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market


(Sept 25, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Wall Street ditutup karena reli teknologi meskipun ada tanda-tanda beragam pada rebound ekonomi

Wall Street menguat dalam sesi yang sulit pada hari Kamis karena saham teknologi yang melemah mendapatkan dukungan setelah data yang menunjukkan lonjakan penjualan rumah baru menghidupkan kembali kepercayaan pada pemulihan ekonomi bahkan ketika klaim pengangguran AS naik secara tak terduga.

Dow Jones ditutup naik 52,31 poin atau 0,20% menjadi 26.815,44. S&P 500 naik 9,67 poin atau 0,30% menjadi 3.246,59. Komposit Nasdaq menambahkan 39,28 poin atau 0,37% menjadi 10.672,27.

Saham juga bereaksi positif terhadap berita tentang upaya untuk memberlakukan stimulus lebih lanjut di Washington, membantu mengangkat S&P ke sesi tertinggi, meskipun indeks kemudian berbalik negatif sebelum mengoreksi beberapa kenaikan. Apple Inc AAPL.O, Amazon.com Inc AMZN.O, Nvidia Corp NVDA.O dan Facebook Inc .FB.O, saham yang telah berkinerja lebih baik pada saat ketidakpastian ekonomi meningkat, semuanya naik. Partai demokrat di DPR AS sedang mengerjakan paket stimulus virus korona senilai $2,2 triliun yang dapat dipilih minggu depan, kata seorang anggota parlemen utama, ketika Ketua DPR Nancy Pelosi menegaskan kembali bahwa dia siap untuk bernegosiasi dengan Gedung Putih.

Eropa

Aksi jual global mendorong bursa Eropa mendekati posisi terendah dalam tiga bulan

Aksi jual aset berisiko global mendorong ekuitas Eropa mendekati posisi terendah tiga bulan pada hari Kamis, karena tidak adanya stimulus baru untuk ekonomi AS dan gelombang kedua kasus virus korona menimbulkan kekhawatiran akan perlambatan pemulihan global.

Indeks STOXX 600 Eropa turun 1%.

Bursa di Frankfurt .GDAXI, London .FTSE dan Paris. FCHI turun antara 0,3% dan 0,6%. Indeks Wall Street mengalami penurunan tajam semalam, dipimpin oleh saham teknologi setelah pejabat Federal Reserve AS meminta lebih banyak bantuan pemerintah dari Kongres, sambil memperkuat sikap mereka terhadap kebijakan moneter yang longgar. Nama teknologi Eropa .SX8P turun 1,4%, sementara sektor yang sensitif terhadap pertumbuhan seperti perjalanan .SXTP dan minyak & gas .SXEP turun sekitar 1,3%.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da