Langsung ke konten utama

Ulasan Pasar Global | 28 September 2020


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Sept 28, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Wall Street berakhir lebih tinggi karena reli teknologi meredam ketakutan virus, namun S&P turun selama seminggu

Saham teknologi kembali membantu Wall Street pada hari Jumat, mengangkat indeks utama lebih dari 1%, tetapi Dow dan S&P 500 masih membukukan penurunan mingguan terpanjang mereka dalam satu tahun karena kekhawatiran perlambatan ekonomi memicu kekalahan hampir sebulan.

Dow Jones naik 358,52 poin atau 1,34% menjadi 27.173,96. S&P 500 naik 51,87 poin atau 1,60% menjadi 3.298,46. Nasdaq Composite menambahkan 241,30 poin atau 2,26% menjadi 10.913,56.

Saham raksasa teknologi Apple Inc AAPL.O, Microsoft Corp MSFT.O dan Amazon.com Inc AMZN.O memimpin, diikuti oleh Nvidia Corp NVDA.O dan Facebook Inc FB.O, naik setidaknya 2,1%. Indeks teknologi informasi .SPLRCT melonjak 2,4% karena investor membuang saham terkait nilai .IVX karena tanda-tanda perlambatan dalam pemulihan ekonomi yang lebih luas. Saham berorientasi pertumbuhan .IVX naik pada tingkat hampir dua kali lipat dari nilai saham. Volatilitas .VIX juga telah melonjak karena investor mencari kejelasan tentang apakah Kongres akan menyetujui lebih banyak stimulus menjelang pemilihan presiden 3 November, yang sekarang tampaknya tidak mungkin.

Eropa

Ketakutan virus mendorong bursa Eropa ke minggu terburuk sejak Juni

Bursa Eropa mencatat penurunan mingguan terburuk sejak pertengahan Juni pada hari Jumat, karena investor khawatir gelombang kedua infeksi virus korona akan menghambat pemulihan ekonomi, sementara saham perbankan merosot ke level terendah sepanjang masa.

Indeks STOXX 600 Eropa merosot 0,1%.

Indeks turun 3,6% dalam seminggu yang didominasi oleh kekhawatiran tentang pembatasan virus korona baru di Eropa, reli saham yang goyah di raksasa teknologi Wall Street dan data ekonomi yang mengkhawatirkan dari kedua sisi Atlantik. Prancis dan Inggris mencatat rekor baru infeksi COVID-19 setiap hari pada hari Kamis, sementara pemerintah Spanyol merekomendasikan penerapan kembali penguncian sebagian di semua kota Madrid setelah negara itu melampaui 700.000 kasus, jumlah tertinggi di Eropa Barat.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da