Langsung ke konten utama

Ulasan Pasar Global | 18 Januari 2021

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Jan 18, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S


Wall Street ditutup lebih rendah karena saham bank dan energi turun

Indeks utama Wall Street ditutup lebih rendah pada hari Jumat, dibebani oleh bank-bank besar AS setelah rilis laporan pendapatan mereka, sementara saham energi turun tajam karena penyelidikan peraturan ke Exxon Mobil Corp.

Dow Jones turun 177,26 poin atau 0,57% menjadi 30.814,26. S&P 500 kehilangan 27,29 poin atau 0,72% menjadi 3.768,25. Nasdaq Composite turun 114,14 poin atau 0,87% menjadi 12.998,50.

Indeks bank S&P 500 melemah karena saham Wells Fargo & Co, JPMorgan Chase & Co dan Citigroup Inc anjlok meskipun mereka telah membukukan laba kuartal keempat yang lebih baik dari perkiraan. Sektor bank telah menguat tajam dalam beberapa hari terakhir. Wells Fargo, turun 7,8%, termasuk di antara penurunan terbesar di S&P 500, bersama dengan Exxon Mobil, turun 4,8%. "Keuangan dan energi mengecewakan ... yang menjatuhkan seluruh pasar," kata analis. “Tahun ini adalah tahun keuangan, energi, material, industri. Jadi jika ada hari ketika mereka tidak memimpin, itu bukan kabar baik untuk pasar."

Eropa

Bursa Eropa mengakhiri kenaikan empat minggu karena lockdown dan kekhawatiran vaksin

Bursa Eropa menghentikan kenaikan empat minggu pada hari Jumat, karena prospek penguncian yang lebih ketat, pengiriman vaksin yang lambat ke benua itu dan kasus virus korona yang muncul kembali di China mengurangi harapan pemulihan ekonomi yang cepat.

Indeks STOXX 600 Eropa ditutup turun 1% menjadi 407,85.

STOXX 600 mencatat penurunan mingguan 0,8%, penurunan mingguan pertama sejak pertengahan Desember. Menambah kekhawatiran, beberapa negara UE menerima dosis vaksin virus korona yang lebih sedikit dari yang diharapkan karena perusahaan farmasi AS Pfizer memperlambat pengiriman vaksin yang dikembangkan dengan mitra Jerman BioNTech. Saham BioNTech turun 2,2%.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da