google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo [PTPP] KINERJA PTPP MEROSOT DI SEPANJANG TAHUN 2020 Langsung ke konten utama

[PTPP] KINERJA PTPP MEROSOT DI SEPANJANG TAHUN 2020


 PT PP Tbk (PTPP) menyampaikan bahwa pihaknya telah mencatat total pendapatan usaha sebesar Rp15,831 triliun pada tahun 2020. Angka tersebut alami penurunan sekitar 32,84 persen jika dibandingkan dengan tahun 2019, yang sebesar Rp23,573 triliun.

Mekipun beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp13,657 triliun atau turun 32,58 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp20,257 triliun. Namun, tetap saja laba kotor PTPP merosot sekitar 34,44 persen menjadi Rp2,173 triliun.

Alhasil di sepanjang tahun 2020, PTPP hanya mencatat laba bersih sebesar Rp128,72 miliar, atau turun 84,37 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat Rp819,46 miliar. Dengan begitu, laba per saham dasar ikut turun menjadi Rp21 pada 2020, dibanding tahun sebelumnya senilai Rp132.

Dalam laporan keuangannya disebutkan bahwa ekuitas PTPP tercatat sebesar Rp14,006 triliun, atau turun 6,69 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp15,011 triliun. Adapun total kewajiban tercatat sebesar Rp39,465 triliun, atau turun 4,02 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp41,118 triliun.

Adapun di sepanjang tahun 2020, aset perseroan tercatat sebesar Rp53,472 triliun, atau turun 4,73 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tecatat sebesar Rp56,13 triliun. Kemudian untuk arus kas diperoleh dari aktivitas operasi tercatat minus Rp268,98 miliar, memburuk dibanding akhir tahun 2020, yang tercatat Rp306,26 miliar. (end)

SUmber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...