Langsung ke konten utama

Ulasan Pasar Global | 12 Maret 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Mar 12, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

A.S

S&P 500, Dow berakhir di rekor tertinggi setelah data klaim pengangguran yang optimis

S&P 500 dan Dow ditutup pada level tertinggi sepanjang masa pada hari Kamis karena kekhawatiran tentang kenaikan inflasi mereda, sementara penurunan klaim pengangguran mingguan yang lebih besar dari perkiraan dan penandatanganan RUU stimulus besar-besaran memperkuat ekspektasi pemulihan ekonomi yang kuat.

Dow Jones naik 188,57 poin atau 0,58% menjadi 32.485,59. S&P 500 naik 40,53 poin atau 1,04% menjadi 3.939,34. Komposit Nasdaq bertambah 329,84 poin atau 2,52% menjadi 13.398,67.

Saham mega-cap Microsoft Corp, Apple Inc, Facebook Inc dan Amazon.com Inc memimpin reli, menutup kerugian dari kemunduran baru-baru ini dan membantu patokan S&P 500 melampaui penutupan 12 Februari di 3.934,83. Presiden Joe Biden menandatangani undang-undang stimulus senilai $1,9 triliun menjadi undang-undang pada hari Kamis, memperingati satu tahun penutupan AS atas pandemi virus korona dengan tindakan yang dirancang untuk memberikan bantuan kepada orang Amerika dan meningkatkan ekonomi.

Eropa

Bursa Eropa berada pada puncak baru satu tahun setelah sinyal ECB yang dovish

Bursa Eropa mencapai level tertinggi dalam satu tahun pada hari Kamis karena kekhawatiran tentang lonjakan inflasi mereda dan Bank Sentral Eropa mengatakan siap untuk mempercepat pencetakan uang untuk membatasi biaya pinjaman zona euro.

Indeks STOXX 600 Eropa naik 0,5% menjadi 424,17.

ECB mengatakan akan menggunakan 1,85 triliun Program Pembelian Darurat Pandemi (PEPP) dengan lebih murah hati selama beberapa bulan mendatang untuk menghentikan kenaikan biaya pembiayaan utang yang tidak beralasan. Presiden ECB Christine Lagarde juga memperingatkan terhadap pengetatan kebijakan dini. Sektor teknologi, pertambangan, dan perjalanan & rekreasi adalah pemenang teratas di Eropa, masing-masing naik lebih dari 2%. Bank-bank paling jatuh, dengan saham pemberi pinjaman yang berbasis di Inggris, HSBC, turun 4,7%.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Price-to-Earnings Ratio (PER)

Apa itu Rasio Price-to-Earnings Ratio (PER)? Price-to-Earnings Ratio (PER atau P/E Ratio) adalah rasio untuk menilai perusahaan yang mengukur harga saham saat ini relatif terhadap earning per share  (EPS). Rasio harga terhadap pendapatan kadang-kadang juga dikenal sebagai kelipatan harga atau kelipatan laba. PER digunakan oleh investor dan analis untuk menentukan nilai relatif saham perusahaan dalam perbandingan apple to apple. Ini juga dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan dengan catatan sejarahnya sendiri atau untuk membandingkan pasar agregat satu sama lain atau dari waktu ke waktu. Rumus PER (P/E Ratio) Cara Menghitung Nilai P/E Untuk menentukan nilai PER seseorang harus membagi harga saham saat ini dengan earning per share (EPS) . Harga saham saat ini (P) dapat diperoleh dengan memasukkan simbol ticker saham ke situs web keuangan mana pun, dan meskipun nilai konkret ini mencerminkan apa yang saat ini harus dibayar oleh investor untuk sebuah saham, EP

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Cara Menghitung Beta Saham CAPM

Apa itu CAPM CAPM (Capital Asset Pricing Model) adalah model yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian(required return) dari suatu aset. Model ini mendapatkan penghargaan nobel  pada tahun 1990 dan pada prakteknya juga sering digunakan untuk menentukan nilai cost of equity. Dari sudut pandang investor, besarnya tingkat pengembalian seharusnya berbanding lurus dengan risiko yang diambil. Untuk memudahkan saya buat ilustrasi yang disederhanakan sebagai berikut: Alex punya uang 100juta, berkeinginan untuk menginvestasikan uangnya pada bisnis warung retail. Pertanyaan yang seringkali dihadapi adalah: Jika Alex memutuskan untuk berinvestasi pada bisnis warung retail, berapa besar tingkat pengembalian yang harus dia dapatkan? Mengingat bahwa jika dia menginvestasikan uangnya, dia dihadapkan dengan risiko bisnis warung retail. Pertimbangan untuk Alex Deposito Investasi Toko/Warung Retail Risiko Minim, relatif nggak ada bagi Alex Bisa bangkrut atau perkembangan bisnis tida