google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo UNTR MEMBUKUKAN LABA BERSIH Rp1,9 TRILIUN PADA TRIWULAN I 2021 Langsung ke konten utama

UNTR MEMBUKUKAN LABA BERSIH Rp1,9 TRILIUN PADA TRIWULAN I 2021


PT United Tractors Tbk (UNTR) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp17,9 triliun sampai triwulan pertama tahun 2021, atau turun sebesar 2% dari Rp18,3 triliun pada periode yang sama tahun 2020.

Namun, penurunan beban penjualan serta berkurangnya beban keuangan dan beban lain-lain, membuat laba bersih Perseroan meningkat 2% menjadi Rp1,9 triliun dari sebelumnya sebesar Rp1,8 triliun pada 2020.

Masing-masing segmen usaha yakni, Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan, Pertambangan Batu Bara, Pertambangan Emas dan Industri Konstruksi secara berturut-turut memberikan kontribusi sebesar 24%, 39%, 22%, 13% dan 2% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian.

Segmen Usaha Mesin Konstruksi

Segmen usaha Mesin Konstruksi mencatat peningkatan penjualan alat berat Komatsu sebesar 12% menjadi 688 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 617 unit, sementara pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat mengalami penurunan sebesar 7% menjadi sebesar Rp1,6 triliun. Berdasarkan riset pasar internal, Komatsu tetap mampu mempertahankan posisinya sebagai market leader alat berat, dengan pangsa pasar domestik sebesar 22%. Penjualan UD Trucks mengalami peningkatan dari 73 unit menjadi 129 unit, dan penjualan produk Scania naik dari 64 unit menjadi 126 unit. Secara total, pendapatan bersih dari segmen usaha Mesin Konstruksi sama dengan triwulan pertama tahun 2020 yaitu sebesar Rp4,3 triliun.

Segmen Usaha Kontraktor Penambangan

Segmen usaha Kontraktor Penambangan dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA). Sampai dengan bulan Maret 2021, Kontraktor Penambangan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp7,0 triliun atau turun 15% dari Rp8,2 triliun pada periode yang sama pada tahun 2020. PAMA mencatat penurunan volume produksi batu bara sebesar 4% dari 28,0 juta ton menjadi 26,9 juta ton dan volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) turun 10% dari 212,7 juta bcm menjadi 191,0 juta bcm.

Segmen Usaha Pertambangan Batu Bara

Segmen usaha Pertambangan Batu Bara dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (TTA). Sampai dengan bulan Maret 2021 total penjualan batu bara mencapai 3,7 juta ton, termasuk 849 ribu ton batu bara kokas, atau meningkat 17% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 sebesar 3,2 juta ton. Sejalan dengan peningkatan penjualan batu bara, pendapatan segmen usaha Pertambangan Batu Bara naik 18% menjadi Rp4,0 triliun.

Segmen Usaha Pertambangan Emas

Segmen usaha Pertambangan Emas dijalankan oleh PT Agincourt Resources (PTAR) yang mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Sampai dengan bulan Maret 2021, total penjualan setara emas dari Martabe mencapai 95,3 ribu ons atau naik 1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 sebanyak 94,8 ribu ons. Segmen usaha Pertambangan Emas membukukan pendapatan bersih sebesar Rp2,2 triliun atau naik 15% dari Rp2,0 triliun.

Segmen Usaha Industri Konstruksi

Segmen usaha Industri Konstruksi dijalankan oleh PT Acset Indonusa Tbk (ACSET). Sampai dengan bulan Maret 2021, Industri Konstruksi membukukan pendapatan bersih sebesar Rp380 miliar, dari sebelumnya sebesar Rp475 miliar. ACSET membukukan rugi bersih sebesar Rp80 miliar yang disebabkan oleh perlambatan pekerjaan beberapa proyek yang sedang berlangsung dan berkurangnya kontrak baru yang diperoleh akibat dampak pandemi COVID-19.

Segmen Usaha Energi

PT Bhumi Jati Power (BJP) yang 25% sahamnya dimiliki oleh anak perusahaan Perseroan saat ini sedang membangun pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 2x1.000 MW di Jepara, Jawa Tengah. Sampai dengan Maret 2021, progres pembangunan konstruksi proyek ini telah mencapai 98%. BJP merupakan perusahaan patungan bersama antara anak usaha Perseroan, Sumitomo Corporation dan Kansai Electric Power Co Inc. (end)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) Dapatkan Rating Negatif

MOODYS UBAH PROSPEK SPINDO DARI STABIL MENJADI NEGATIF. IQPlus, (23/08) - Moodys Investor Service merubah prospek PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) menjadi negatif dari stabil dimana pada saat yang sama menegaskan peringkat B2 corporate family rating perseroan. "Perubahan prospek menjadi negatif mencerminkan espektasi Moodys dimana gross margin Spindo masih mendapatkan tekanan karena volatilitas harga baja dalam 12-18 bulan ke depan yang menghasilkan peningkatan leverage dan cakupan bunga yang lemah," ujar Brian Grieser, vice president Moodys. Karena baja menyumbang hingga 95% dari harga pokok penjualan, Spindo terkena fluktuasi harga baja global dan domestik. Meski perusahaan menggunakan model biaya plus harga, Spindo tidak sepenuhnya meneruskan peningkatan harga baja kepada pelanggannya secara tepat waktu. Akibatnya margin kotor Spinti turun menjadi 15% dalam 12 bulan di Juni 2018 dari 18% di 2017 dan 25% di 2016. "Selain itu tingkat utang Spindo meningkat ka...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...