google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham BABP, EXCL dan PTPP | 25 Mei 2021 Langsung ke konten utama

Analisa Saham BABP, EXCL dan PTPP | 25 Mei 2021

PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP)


BABP saat ini berada di atas EMA 21 dan 34. Kenaikan volume yg disertai dengan naiknya harga dalam 2 candle terakhir mengindikasikan adanya pembelian masif dan berpotensi masih melanjutkan tren penguatannya. Indikator stochastic saat ini telah mendekati area overbought, sehingga berpotensi mengalami penurunan dalam jangka waktu pendek.

Rekomendasi: Buy on Weakness

Suport: Rp 112 per saham

Resisten: Rp 151 per saham

Okie Ardiastama, Pilarmas Investindo Sekuritas

PT XL Axiata Tbk (EXCL)


Saham EXCL membentuk pola candle bearish harami ditransaksikan dengan volume transaksi yang relatif ramai. EXCL sudah berada di areal overbought indikasi bahwa sahamnya sudah berada pada fase jenuh beli. Namun pada indikator moving average, nampak bahwa MA20 EXCL nampak sedang menguji resisten MA200, indikasi bahwa EXCL sedang menguji kekuatan bullish-nya untuk memasuki tren bullish jangka menengah cenderung panjang. 

Rekomendasi: Hold

Suport: Rp 2.200 per saham

Resisten: Rp 2.270 per saham

Hendri Widiantoro, Erdikha Elit Sekuritas

PT PP Tbk (PTPP)


Kami perkirakan, posisi PTPP saat ini sedang berada di wave [iii] dari wave 5 dari wave (C) dari wave [B]. Sehingga, meskipun menguat namun akan cenderung terbatas dan rawan koreksi kembali, terlihat meskipun Stochastic sudah berada di area oversold namun MACD masih mendukung adanya tanda-tanda koreksi.

Rekomendasi: Sell on Strength (SoS)

Suport: Rp 980 per saham

Resisten: Rp 1.175 per saham

Herditya Wicaksana, MNC Sekuritas

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...