google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Ulasan Pasar Global | 16 Juni 2021 Langsung ke konten utama

Ulasan Pasar Global | 16 Juni 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Jun 16, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

A.S

Wall Street berakhir turun karena rilis data menakuti investor yang menunggu laporan Fed

Indeks utama Wall Street ditutup lebih rendah pada hari Selasa karena data menunjukkan inflasi yang lebih kuat dan penjualan ritel AS yang lebih lemah pada bulan Mei menakuti investor yang sudah gelisah menunggu hasil pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve.

Dow Jones turun 94,42 poin atau 0,27% menjadi 34.299,33. S&P 500 kehilangan 8,56 poin atau 0,20% menjadi 4.246,59. Nasdaq turun 101,29 poin atau 0,71% menjadi 14.072,86.

Jaminan dari The Fed bahwa kenaikan harga bersifat sementara dan penurunan imbal hasil Treasury AS telah membantu meredakan beberapa kekhawatiran atas inflasi dan mendukung saham AS dalam beberapa pekan terakhir. Semua mata sekarang tertuju pada pernyataan bank sentral pada akhir pertemuan kebijakan dua hari pada hari Rabu. Data menunjukkan percepatan harga produsen bulan lalu karena rantai pasokan berjuang untuk memenuhi permintaan yang dilepaskan oleh pembukaan kembali ekonomi. Sebuah laporan terpisah menunjukkan penjualan ritel AS turun lebih dari yang diharapkan pada bulan Mei.

Eropa

Bursa Eropa berakhir sedikit lebih tinggi karena Fed menjadi fokus

Bursa Eropa naik delapan sesi berturut-turut hingga hari Selasa, didorong oleh optimisme atas pemulihan ekonomi tahun ini, tetapi kenaikan terbatas karena investor berjongkok menjelang pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve.

European STOXX 600 berakhir 0,1% lebih tinggi pada 458,81 poin.

Sinyal dovish dari Bank Sentral Eropa tentang kebijakan pengetatan telah mencerahkan prospek jangka pendek untuk aset yang digerakkan oleh risiko di benua itu, bersama dengan harapan lanjutan bahwa program vaksinasi yang stabil akan mendorong pemulihan ekonomi tahun ini. Fokus minggu ini adalah pada pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve AS mulai Selasa, di mana investor akan mencari wawasan tentang apakah bank sentral telah mulai membahas pengurangan pembelian obligasi dan jika pembuat kebijakan khawatir tentang kenaikan inflasi.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...