Langsung ke konten utama

ASTRA INTERNATIONAL CATAT PENDAPATAN Rp107,4 TRILIUN DI SEMESTER PERTAMA 2021


PT Astra International Tbk (ASII) mencatat pendapatan bersih sebesar Rp107,4 triliun pada periode Januari-Juni 2021. Angka naik sekitar 20% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

"Sebagian besar bisnis grup mengalami perbaikan pada semester pertama tahun 2021, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 ketika kami menghadapi pembatasan-pembatasan bisnis yang signifikan terkait dengan penanggulangan pandemi COVID-19,"tutur Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro dalam keterangannya, Kamis (29/7/2021).

Namun demikian dalam laporan keuangannya disebutkan bahwa keuntungan atau laba bersih ASII justru turun sekitar 22% pada periode tersebut menjadi sebesar Rp8,8 triliun dibanding periode serupa tahun sebelumnya.

Diketahui keuntungan Astra Grup pada tahun lalu itu mencapai Rp 11,3 triliun. Hal itu salah satunya disumbang dari penjualan saham Bank Permata.

Adapun perolehan laba pada semester pertama 2021, paling besar disumbang dari divisi otomotif yakni sebesar Rp 3,3 triliun atau naik 362% dari periode yang sama tahun lalu. Perusahaan mencatatkan kenaikan penjualan kendaraan bermotor, hal ini juga didorong oleh insentif sementara pajak penjualan barang mewah. (end/as)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Analisa Saham ANTM | 12 Janauari 2022

Setelah gagal bertahan diatas support minor 2220 (garis hitam), ANTM juga gagal bertahan diatas support konsolidasi panjangnya di 2130 (garis merah). Kedepannya, selama saham ini tidak mampu bertahan dan berkonsolidasi diatas area support konsolidasinya, maka segala kenaikan saham ini hanyalah technical rebound dalam tren turun. Target penurunan ANTM selanjutnya berada di 1830 dengan minor target 1970. Harga yang sudah berada dibawah rangkaian moving averagenya menunjukan saham ini berada dalam tren penurunan jangka menengah – panjang. Trading plan : Sell on strength area support konsolidasi. Hindari saham ini sementara waktu. Disclaimer ON sumber :  galerisaham Lebih lengkapnya silahkan klik :   Saham Online

Analisa Saham BRIS | 13 Januari 2022

BRIS melemah di bawah support penting 1700. Penembusan support ini membuat BRIS membentuk pola bearish double tops. Pola ini menandakan bahwa BRIS berisiko terus melemah menuju kisaran 1000-1300. Rekomendasi: Hindari. Sell bagi yang masih punya. Target penurunan 1000-1300 sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Analisa Saham FREN | 11 Januari 2022

FREN berkonsolidasi tertahan di area support kuatnya di 81 – 83 (box merah). Hati-hati jika kedepannya saham ini tidak mampu bertahan diatas area tersebut (box merah), maka secara teknikal FREN akan melanjutkan penurunannya menuju 60 dengan minor target 74. Harga yang sudah berada dibawah rangkaian moving averagenya menunjukan saham ini berada dalam tren penurunan jangka menengah – panjang. Trading plan : Sell on strength. Hindari saham ini sementara waktu. Disclaimer ON sumber :  galerisaham Lebih lengkapnya silahkan klik :   Saham Online