google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo PENGALIHAN SAHAM DARI AXIATA KE FIL RAMPUNG, BERIKUT KOMPOSISI PEMEGANG SAHAM EXCL Langsung ke konten utama

PENGALIHAN SAHAM DARI AXIATA KE FIL RAMPUNG, BERIKUT KOMPOSISI PEMEGANG SAHAM EXCL


Emiten jasa telekomunikasi, PT XL Axiata Tbk (EXCL) menyampaikan bahwa pada tanggal 27 Oktober 2021, telah terjadi transaksi penyelesaian pengalihan saham Perseroan yang dilakukan oleh pemegang saham EXCL.

Hal itu merujuk pada Keterbukaan Informasi yang telah disampaikan Perseroan berdasarkan surat Perseroan No. 111/CSEC/IX/2021 tanggal 27 September 2021 sehubungan dengan rencana penjualan saham Perseroan oleh Axiata Investments (Indonesia) Sdn. Bhd. (Axiata) sejumlah 533.409.349 lembar saham kepada Ferrymount Investments Limited (FIL).

"Kami sampaikan bahwa pada tanggal 27 Oktober 2021 pengalihan saham dari Axiata kepada FIL telah selesai dilaksanakan,"kata Corporate Secretary EXCL, Ranty Astari Rachman, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/10).

Seiring dengan telah rampungnya transaksi tersebut, maka komposisi pemegang saham Perseroan per tanggal 27 Oktober 2021 menjadi Axiata menguasai sebanyak 6.559.247.263 lembar saham (61,16%), FIL menggenggam sebanyak 533.409.349 lembar saham (4,97%), dan Masyarakat memiliki sebanyak 3.575.530.364 lembar saham (33,34%).

Oleh karena itu, jumlah saham beredar sebanyak 10.688.186.976 lembar saham (99,47%), Saham treasury ada sejumlah 56.487.800 lembar saham (0,53%). Kemudian, jumlah modal ditempatkan dan disetor menjadi sebanyak 10.724.674.776 (100%). (end/as)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...