Langsung ke konten utama

ANAK USAHA BFIN BERSINERGI DENGAN GROSIRONE.


 Anak perusahaan PT BFI Finance Tbk (Pinjam Modal) bersinergi dengan Platform one stop solution bagi para distributor, retailer, dan merchant (GrosirOne) untuk mendukung permodalan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam bisnis supply chain.

Melalui kerjasama ini GrosirOne dan Pinjam Modal berharap dapat memberikan dukungan terbaik dalam pemenuhan kebutuhan bisnis para pelaku usaha khususnya dalam ekosistem supply chain FMCG agar dapat terus meningkatkan perekonomian Indonesia, serta tumbuh berkembang di dalam masa-masa pemulihan pandemi ini.

"GrosirOne adalah salah satu ekosistem supply chain FMCG yang menghadirkan solusi tepat bagi para pelaku usaha mulai dari level distributor sampai ke toko-toko kecil di pasar. Oleh karena itu, kami sebagai salah satu fintech yang fokus di pinjaman produktif berharap kolaborasi ini bisa memberikan nilai manfaat bagi seluruh pedagang di dalam ekosistem GrosirOne," kata CEO Pinjam Modal, Herman Handoko, Rabu 10 November 2021.

Sementara itu, CEO dari GrosirOne, Erben Noerman mengatakan dalam kerja sama ini, pengguna aplikasi GrosirOne bisa mendapatkan akses permodalan yang mudah melalui smartphone.

Bila sudah terdaftar & berlangganan, pengguna GrosirOne bisa membeli barang dagangan dengan metode pay later. Untuk fitur ini, pengguna cukup menyertakan foto tokonya, foto KTP dan foto selfie.

Plafon yang tersedia bagi setiap pengguna ter-generate secara otomatis berdasarkan jumlah transaksi yang tercatat dalam aplikasi. Hal ini sebagai mitigasi resiko pengguna aplikasi GrosirOne mengalami gagal bayar.

"Kami berharap dengan adanya kolaborasi dengan Pinjam Modal, para pemilik toko dapat merasakan manfaat berupa kemudahan akses untuk pembelian barang dan permodalan yang disediakan melalui aplikasi GrosirOne," ujar Erben.

Perlu diketahui bahwa, GrosirOne merupakan platform one stop solution bagi para distributor, retailer, dan merchant untuk mempermudah cara mereka berdagang dengan lebih efisien dan efektif dengan bantuan teknologi.

Dalam prosesnya, GrosirOne berhasil men-digitalkan supply chain untuk memastikan berjalan mulusnya pekerjaan dengan lancar, aman, dan efisien untuk semua pihak yang terlibat, mulai dari distributor, principal dan retailer. Hingga saat ini GrosirOne terhubung dengan 132 principal, 54 distributor dan tercatat telah bekerjasama dengan lebih dari 35.000 retailer di seluruh Pulau Jawa. (end/pu)

sumber : IQPLUS



Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Beta Saham CAPM

Apa itu CAPM CAPM (Capital Asset Pricing Model) adalah model yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian(required return) dari suatu aset. Model ini mendapatkan penghargaan nobel  pada tahun 1990 dan pada prakteknya juga sering digunakan untuk menentukan nilai cost of equity. Dari sudut pandang investor, besarnya tingkat pengembalian seharusnya berbanding lurus dengan risiko yang diambil. Untuk memudahkan saya buat ilustrasi yang disederhanakan sebagai berikut: Alex punya uang 100juta, berkeinginan untuk menginvestasikan uangnya pada bisnis warung retail. Pertanyaan yang seringkali dihadapi adalah: Jika Alex memutuskan untuk berinvestasi pada bisnis warung retail, berapa besar tingkat pengembalian yang harus dia dapatkan? Mengingat bahwa jika dia menginvestasikan uangnya, dia dihadapkan dengan risiko bisnis warung retail. Pertimbangan untuk Alex Deposito Investasi Toko/Warung Retail Risiko Minim, relatif nggak ada bagi Alex Bisa bangkrut atau perkembangan bisnis tida

LEPAS SAHAM BBYB, YELLOW BRICK KANTONGI DANA Rp641,25 MILIAR.

Yellow Brick Enterprise Ltd telah melepas sebagian saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) miliknya. Hal itu terlihat dalam laporan kepemilikan saham BBYB, yang dipublikasikan, Kamis (2/12). Dalam laporan BBYB, disebutkan bahwa Yellow Brick Enterprise Ltd telah melepas total sebanyak 346.621.622 lembar saham BBYB. Penjualan saham tersebut dilakukan secara bertahap atau sebanyak tiga kali tepatnya, mulai tanggal 23 November, 26 November dan 29 November 2021. "Saham BBYB di lepada oleh Yellow Brick Enterprise Ltd di level Rp1.850 per lembar sahamnya,"tulis Manajemen BBYB. Dengan demikian dapat diasumsikan Yellow Brick Enterprise Ltd telah mengantongi dana sekitar Rp641,25 miliar dari penjualan saham BBYB tersebut. Pasca penjualan saham, kepemilikan saham Yellow Brick Enterprise Ltd di BBYB berkurang menjadi sejumlah 485.218.961 lembar saham 6,47%, dari sebanyak 831.840.583 lembar saham atau sekitar 11,1%. (end/as) sumber :  IQPLUS Lebih lengkapnya silahkan klik : Saham Online

Analisa Saham PTBA | 3 Desember 2021

Saham PTBA Setelah berhasil breakout dari resistance pola falling wedge pattern dan mencapai targetnya di 2760, saham PTBA berpeluang melanjutkan reli penguatannya. Indikator teknikal MACD yang telah golden cross dan bersiap cross up ke atas centreline mengindikasikan bahwa saham ini mulai mendapatkan momentum positif, sehingga berpeluang melanjutkan penguatannya menuju target-target selanjutnya. Rekomendasi : Hold & let your profit run. Ikutin terus dan cek update teknikal selanjutnya untuk target berikutnya dan trailing stopnya di member area. Disclaimer ON sumber :  steptrader Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online