Langsung ke konten utama

KEMENKEU : SINERGI PENDANAAN RIPP PAPUA 2022-2041 HARUS DITERAPKAN.



Direktur Dana Transfer Umum Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Adriyanto mengatakan pemerintah harus memastikan sinergi pendanaan program Rancangan Induk Percepatan Pembangunan (RIPP) 2022-2041 dapat diterapkan di lapangan.

"Dalam Peraturan Pemerintah yang menjadi dasar RIPP Papua 2022-2041 disebutkan bahwa ada beberapa kegiatan dan pendanaan yang harus disinergikan. Ini menunjukkan pentingnya sinergi dalam pembangunan, ini harus direfleksikan dalam pelaksanaan di lapangan," kata Adriyanto dalam Rapat Penyusunan RIPP Papua 2022-2041 yang dipantau di Jakarta, Senin.

Dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) setiap tahun, Pemda Papua pun harus mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Pusat (RKPP), Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF), dan RIPP tahun 2022-2041.

Hal ini sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD).

"Jadi perlu juga diperhatikan apa yang menjadi tema kebijakan fiskal setiap tahun," kata Adriyanto.

Setelah RKPD Papua dituangkan ke dalam kebijakan, Pemda harus membuat rencana aksi yang disepakati melalui forum sinergi, guna menghubungkan program-program yang akan dijalankan dengan sumber-sumber pendanaan yang tersedia.

Dalam forum tersebut, pemerintah pusat dan daerah juga mesti memastikan agar tidak membuat program yang sama sehingga pendanaan menjadi tidak efektif.

Ia pun mengatakan program-program yang dianggap strategis dapat dikerjakan bersama-sama dengan pihak swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Kalau ada yang bisa didukung oleh swasta, secara Undang-Undang itu dimungkinkan. Artinya ada program dengan KPBU yang dilakukan pemda dengan swasta untuk membangun infrastruktur tertentu," katanya. (end/ant)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Menakar Saham-Saham yang Punya Kaitan dengan GoTo Gojek Tokopedia (GOTO)

[Saham GOTO] Setelah ambles dalam, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berangsur bangkit. Bahkan saham GOTO menjadi penggerak utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu. Selama pekan lalu, saham GOTO melambung 56,70% ke Rp 304 per saham. Emiten yang berkaitan dengan GoTo, baik sebagai pemegang saham, sebagian sahamnya dimiliki GoTo maupun emiten yang bekerja sama dengan GoTo terpantau belum mengikuti jejak emiten teknologi ini dalam sepekan terakhir. Adapun GoTo tercatat memiliki investasi di PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Blue Bird Tbk (BIRD), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) dan PT Multipolar Tbk (MLPL). Sementara, PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tercatat sebagai pemegang saham GOTO. Kemudian, PT Adi Sarana Armada TBk (ASSA) yang terlibat kongsi dengan GOTO di AnterAja. Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Cheryl Tanuwijaya mencermati, meski saham GOTO menguat, respons saham-saham yang berkaitan dengannya memiliki r

Analisa Saham ICBP | 25 Mei 2022

ICBP pada perdagangan kemarin (23/05) di tutup melemah 0.93% ke level 7975. Pelemahan ini berkolerasi terhadap indikator volume yang rendah yang juga berkolerasi terhadap indikator RSI yang sideways; Di sisi lain indikator OBV cenderung sideways di tengah pelemahan kemarin. Melihat hal tersebut kami merekomendasikan untuk spekulasi beli pada area 7950-7975 dengan target 8075-8200 dan cut loss <7800. sumber :  CGSCIMB Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Analisa Saham ELSA | 24 Mei 2022

ELSA berpeluang mengakhiri sidewaysnya dan memasuki fase uptrend dengan membentuk pola bullish double bottoms. Pola ini menandakan bahwa jika ELSA berhasil menguat menembus resisten 320, ELSA akan membuka peluang kenaikan lanjutan menuju target 350-360. Indicator teknikal MACD yang sudah lebih dahulu golden cross, mendukung prediksi kenaikan ELSA. Rekomendasi: Trading buy kalau naik di atas 320. Target 350-360. sumber :  doktermarket Lebih lengkapnya silahkan klik :   Saham Online