google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Kisah Idola K-Pop IU, Lahir di Keluarga Miskin Hingga Punya Rp 400 M Langsung ke konten utama

Kisah Idola K-Pop IU, Lahir di Keluarga Miskin Hingga Punya Rp 400 M


K-Popers pasti tak asing dengan nama IU. Penyanyi sekaligus artis drama Korea yang bernama asli Lee Ji Eun adalah bintang papan atas Negeri Ginseng tersebut.

IU sukses dengan lagu-lagu hits seperti 'Boo' dan 'Marshmallow'. Kariernya juga semakin terang setelah sukses membintangi drama berjudul The Producers, Persona, dan yang paling populer adalah Hotel del Luna.

Tak hanya itu, IU juga pernah menjadi brand ambassador dari soju terkenal merek Jinro Chamisul, Samsung, GUESS, serta provider telepon SK Telecom.

Dilansir South China Morning Post (SCMP), Rabu (24/3/2021), kekayaan IU sampai pertengahan 2020 tercatat mencapai US$ 28 juta atau setara Rp 404 miliar (kurs Rp 14.441).

Namun, kesuksesannya itu tak diraihnya dengan mudah. Bahkan, IU bukanlah orang yang lahir dari keluarga kaya. Dikutip dari Koreaboo, IU berasal dari keluarga miskin.

IU pernah tinggal di sebuah kamar kecil dengan banyak kecoa bersama nenek dan adiknya, hingga akhirnya mereka pindah ke rumah milik salah satu kerabatnya.

Namun, perjuangannya tak sampai di situ. Selama tinggal dengan keluarga lain, IU pernah mengalami tindakan bully secara verbal. Pasalnya, kerabatnya adalah pemabuk, dan kerap kali memberikan umpatan dan sumpah serapah kepada dirinya, nenek, dan juga adiknya.

Beranjak dewasa, IU bertekad mengejar cita-citanya sebagai artis. Ia memang punya bakat, bahkan sudah menulis lagu sejak kecil. IU bekerja sebagai trainee di salah satu manajemen. Namun, usahanya tak memberikan hasil bagus di awal. Pasalnya, saat mencari audisi, ia pernah menjadi korban penipuan.

Ia ditipu oleh sebuah agensi yang menjanjikan dirinya muncul di program televisi jika mentransfer uang dalam jumlah yang cukup besar. Harapannya pupus begitu tahu dirinya telah ditipu. Padahal, uang yang ia bayarkan itu adalah milik neneknya yang dikumpulkan dari hasil berjualan aksesoris.

Namun, ia tak pantang menyerah. Dengan jerih payahnya selama 10 bulan, ia berhasil debut di tahun 2008 di bawah naungan Kakao M alias Fave Entertainment.

Pada tahun 2018, IU membeli gedung senilai US$ 3,9 juta atau setara Rp 56 miliar di Gwacheon, dan rumah tingkat dua senilai US$ 2,5 juta atau setara Rp 36 miliar di Yangpyeong. Artis berusia 27 tahun itu juga membeli tanah di lomasi yang sama seharga US$ 650 ribu atau setara Rp 9,4 miliar. Menurut agensinya, IU membeli rumah di Yangpyeong untuk bersantai bersama keluarganya di akhir pekan.

IU tumbuh menjadi artis kaya yang juga deemawan. Pada peringatan Hari Anak tahun 2020 lalu, ia memberikan donasi sebesar US$ 90 ribu atau setara Rp 1,29 miliar untuk anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah, atau yang dibesarkan oleh kakek-nenek mereka melalui Green Umbrella Children's Foundation.

Ia juga rutin berdonasi kepada organisasi nirlaba global sejak 2015. Ia juga memberikan dana bantuan kepada 5 orang mahasiswa sejak tahun 2013 hingga 2018 karena tak mampu membayar biaya kuliahnya. Uang yang ia sumbangkan mencapai lebih dari US$ 17 ribu atau lebih dari Rp 245 juta.

Ia juga menyumbangkan dana sebesar US$ 8.150 atau setara Rp 117 juta kepada keluarga berpenghasilan rendah yang terdampak pandemi COVID-19. Ia juga menyumbang US$ 16.800 atau setara Rp 242 juta untuk fasilitas kesejahteraan di Yangpyeong.


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...