Langsung ke konten utama

IPPE GANDENG SUPPLIER MENJADI MITRA.


[Saham IPPE] PT. Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE) Akan segera merealisasikan ekspansi produksi Crude Coconut Oil (CCO) dengan kapasitas 5.000 ton/bulan pada bulan Agustus 2022 mendatang. Tidak hanya itu, Direktur Utama IPPE Syahmenan, juga memastikan bahwa RBD coconut oil juga akan siap diproduksi pada Desember 2022 mendatang dengan kapasitas 100 ton/hari.

Selama bulan Februari hingga Maret 2022, Syahmenan melakukan kunjungan ke 3 cluster mitra kopra di Pulau Sumetara. Cluster-cluster tersebut ialah Cluster Kopra Tembilahan, Cluster Kopra Jambi dan Cluster Kopra Sumatera Selatan. Hal ini dilakukan guna memastikan kualitas bahan baku pembuatan CCO dengan kopra kualitas terbaik.

Tak hanya itu, beliau juga ingin memastikan langsung kegiatan operasional mitra supplier kopra berjalan dengan baik untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan dikemudian hari.

"Mitra adalah bagian terpenting bagi perusahaan untuk menjaga supply bahan baku kopra dengan kualitas terbaik yang diinginkan perusahaan" kata Syahmenan.

Sabtu (26/03/2022), Direktur Utama IPPE bersama dengan mitra-mitra supplier kopra menandatangani Perjanjian Kerja Sama di Subang, Jawa Barat. IPPE menjalin kerjasama supply kopra dengan cluster Sumatera Selatan sebanyak 5.400 ton, dengan cluster Tembilahan sebanyak 7.900 ton, dan cluster Jambi sebanyak 2.900 ton, "kami yakin target penjualan tahun 2022 akan dapat kami capai" tuntas Syahmenan.

Penandatanganan perjanjian tersebut menandakan bahwa IPPE berkomitmen untuk terus memproduksi CCO berkualitas unggulan. PT. Indo Pureco Pratama Tbk. Juga akan segera melaksanakan kegiatan ekspor perdananya ke Negara Bangladesh pada bulan April 2022, yang mana menjadi pembuktian bahwa kualiatas CCO IPPE diakui di kancah internasional. (end)


sumber : IQPLUS

Lebih lengkapnya silahkan klik :  Saham Online

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi saham BBRI, BMRI, PNBS dan TLKM oleh Indopremier | 27 September 2022

Indopremier 27 September 2022 IHSG (7.080 – 7.180) :  Indeks diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat. Target kenaikan indeks pada level 7.180 kemudian 7.230 dengan support di level 7.080 kemudian 7.030. BBRI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 4.600 kemudian 4.660 dengan support di level 4.480 cut loss jika break 4.420. BMRI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 9.375 kemudian 9.450 dengan support di level 9.125 cut loss jika break 9.000. PNBS (Buy) : Target kenaikan harga pada level 90 kemudian 93 dengan support di level 84 cut loss jika break 81. TLKM (Buy) : Target kenaikan harga pada level 4.520 kemudian 4.580 dengan support di level 4.400 cut loss jika break 4.340. XISC (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 740 dengan resist di level 752 kemudian 757. XMTS (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 503 dengan resist di level 511 kemudian 515. XPLC (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 534 dengan resist di level 544 kemudian 549.

Rekomendasi Saham ERAA dan HRUM oleh NH Korindo | 28 September 2022

NH Korindo 28 September 2022 Saham ERAA Tepat di Support jk.menengah. RSI positive divergence. Candle : long-leg Hammer (bullish reversal). Speculative Buy . Entry Level: 440. Average Up >448 Target: 456 / 462-464 / 480-482. Stoploss: 434. Saham HRUM Tepat di Support lower channel (green). Speculative Buy. Entry Level: 1840. Average Up >1855. Target: 1905 / 2000 / 2050 / 2100. Stoploss: 1790. - Informasi lengkap pasar saham ada di  Website Saham Online.    Materi belajar trading dan investasi saham ada di   Channel Youtube Saham Online. 

Rekomendasi Saham ADMR, SMDM, ANTM dan BBCA oleh Indopremier Sekuritas | 28 September 2022

Indopremier Sekuritas 28 September 2022 IHSG (7.080 – 7.140) :  Indeks diprediksi akan bergerak menguat. Target kenaikan indeks pada level 7.140 kemudian 7.170 dengan support di level 7.080 kemudian 7.050. ADMR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.860 kemudian 1.895 dengan support di level 1.790 cut loss jika break 1.755. SMDM (Buy) : Target kenaikan harga pada level 422 kemudian 432 dengan support di level 402 cut loss jika break 392. ANTM (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 1.935 dengan resist di level 2.010 kemudian 2.060. BBCA (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 8.250 dengan resist di level 8.400 kemudian 8.500. R-LQ45X (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 1.104 dengan resist di level 1.115 kemudian 1.125. XCLQ (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 106 dengan resist di level 109 kemudian 110. XIID (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 564 dengan resist di level 572 kemudian 577. Full report bisa diakses di : https: